Kabupaten SolokPeristiwa

Beruang Madu Panjat Pohon Jambu, Gegerkan Warga Solok!

123
×

Beruang Madu Panjat Pohon Jambu, Gegerkan Warga Solok!

Sebarkan artikel ini
beruang-muncul-panjat-pohon-jambu-di-solok,-warga-cemas
Beruang Muncul Panjat Pohon Jambu di Solok, Warga Cemas

Solok – Kemunculan seekor beruang madu di kawasan permukiman Nagari Simanau, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga.

Satwa dilindungi itu terlihat pada Minggu (8/6/2026) siang, berada dekat dengan jalan utama dan area padat penduduk.

Menurut keterangan warga, beruang tersebut memiliki ciri khas warna hitam dengan corak putih di wajah.

Berdasarkan foto yang beredar, beruang itu terlihat sedang memanjat pohon jambu yang berjarak hanya beberapa meter dari jalan beraspal yang menghubungkan Sirukam dan Tigo Lurah.

Ketua Pemuda Nagari Simanau, Yusrial Dani Putra, membenarkan penampakan beruang tersebut.

Ia menjelaskan bahwa lokasi kejadian berada di kawasan Aia Busuak, yang berjarak sekitar 3 hingga 5 meter dari jalan utama yang sering dilalui warga.

“Hewan itu terlihat jelas oleh warga, posisinya sangat dekat dengan jalan,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa kemunculan beruang ini bukan yang pertama kali terjadi di daerah tersebut, sehingga menimbulkan kecemasan di kalangan masyarakat.

Dani juga mengingatkan pada tahun 2024, dua warga pernah menjadi korban serangan beruang di lokasi yang tidak jauh dari tempat kejadian saat ini.

Insiden tersebut melibatkan perkelahian fisik antara warga dan beruang.

“Waktu itu warga luka-luka dan beruang juga terkena senjata tajam karena membela diri,” ungkapnya.

“Kami belum tahu apakah beruang ini individu yang sama atau bukan, tapi masyarakat jadi was-was.”

Hingga saat ini, keberadaan beruang tersebut belum diketahui. Namun, keresahan masyarakat terus meningkat seiring dengan potensi ancaman terhadap keselamatan mereka.

Dani mendesak instansi terkait, terutama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar dan pemerintah daerah, untuk segera mengambil tindakan guna mengantisipasi potensi konflik antara manusia dan satwa liar.

“Ini bukan jalan kecil, tapi jalan utama yang dilewati warga setiap hari,” tegasnya.

“Kami minta ada langkah nyata dan cepat sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi.”

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.