Kabupaten Tanah DatarPeristiwa

BNPB Salurkan Bantuan Darurat Untuk Tanah Datar

28
×

BNPB Salurkan Bantuan Darurat Untuk Tanah Datar

Sebarkan artikel ini

BNPB mengirimkan bantuan peralatan dan logistik untuk penanganan darurat serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak banjir dan tanah longsor.

Tanah Datar – Bantuan kemanusiaan mulai berdatangan ke Kabupaten Tanah Datar pada hari ketiga masa tanggap darurat bencana yang ditetapkan pemerintah daerah selama 14 hari, terhitung 13-26 Mei 2026. Respons cepat datang dari BNPB, swasta, masyarakat, BUMD, hingga perantau.

BNPB mengirimkan bantuan peralatan dan logistik untuk penanganan darurat serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak banjir dan tanah longsor.

Bantuan itu diserahkan secara simbolis oleh Staf Fungsional BNPB Yustam kepada Bupati Tanah Datar Eka Putra di Gedung Indojolito Batusangkar, Jumat (15/5/2026).

Atas nama Kepala BNPB, Yustam menyebut bantuan tersebut merupakan tindak lanjut laporan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terkait bencana di sejumlah wilayah.

Ia mengatakan BNPB mengapresiasi gerak cepat Bupati Eka Putra dalam penanganan bencana ini.

“Hari ini BNPB menyerahkan bantuan logistik darurat serta dana siap pakai sebesar Rp223.450.000 untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat terdampak pasca bencana,” ujarnya. Bantuan itu terdiri atas 200 paket sembako, 150 paket makanan siap saji, 50 paket hygiene kit, 200 lembar matras, 100 lembar terpal, dan 100 lembar selimut.

Usai penyerahan, Yustam bersama Bupati Eka Putra dan Wakil Bupati Ahmad Fadly meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak banjir dan longsor.

Terkait kerusakan infrastruktur, Yustam mengatakan BNPB akan melakukan pendampingan dan melaporkan kondisi di lapangan kepada pimpinan untuk penanganan lebih lanjut.

“Apa yang kami lihat di lapangan dan bagaimana langkah penanganannya nanti akan kami sampaikan kepada pimpinan,” katanya. Ia menegaskan, BNPB akan terus mengikuti perkembangan kebutuhan di daerah terdampak.

Sementara itu, Eka Putra menjelaskan banjir dan longsor dipicu hujan berintensitas tinggi pada 12 Mei 2026 mulai pukul 14.00 WIB hingga 13 Mei 2026 pukul 04.00 WIB.

Bencana itu melanda sejumlah kecamatan, antara lain Padang Ganting, Tanjung Emas, Lintau Buo, Lintau Buo Utara, Sungai Tarab, dan Salimpaung.

“Malam harinya kami langsung menggelar rapat koordinasi bersama Forkopimda dan menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari, sekaligus berkoordinasi dengan BNPB Pusat dan Kementerian PUPR,” ujarnya.

Ia menambahkan, dampak bencana menyebabkan 14 rumah rusak berat, 60 rumah rusak sedang, serta 10 jembatan hanyut dan rusak.

Kondisi itu sempat mengisolasi sekitar 80 kepala keluarga dan merusak ratusan hektare sawah warga.

“Alhamdulillah, berkat gerak cepat seluruh unsur terkait, saat ini akses masyarakat yang sebelumnya terisolasi sudah dapat dilalui melalui jembatan darurat yang dibuat masyarakat secara bergotong royong,” ungkapnya.

Eka Putra juga menyebut BNPB bersama tim Zipur telah melakukan survei lapangan dan dalam waktu dekat akan membangun jembatan darurat untuk mendukung akses kendaraan, distribusi bahan pokok, dan aktivitas masyarakat.

Ia mengimbau warga tetap waspada karena prakiraan BMKG menunjukkan curah hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.