oleh

Daerah Rawan Bencana, Pemda Perlu Tetapkan Standar Bangunan Saat Urus IMB

TUA PEJAT, KABARSUMBAR¬†— Mengingat daerah rawan bencana, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo mengatakan ke depan Pemerintah Kabupaten/Kota perlu menetapkan standar bangunan masyarakat saat mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Perlunya kebijakan ini dilakukan Bupati/Walikota terutama di daerah rawan bencana, agar masyarakat tidak membangun rumah asal jadi,” kata dia di kediaman rumah Bupati Tua Pejat Kepulauan Mentawai, Rabu (6/2/2019).

Hal tersebut kata dia, agar pada saat terjadi gempa dapat mengurangi resiko bencana dan bangunan yang didirikan memiliki daya tahan yang baik.

Lebih lanjut dijelaskannya, perlu melihat disain dan kualitas bangunan yang akan dibangun, sehingga dengan kondisi rumah yang aman gempa tentunya, masyarakat itu sendiri akan terbantu dari resiko jika terjadi bencana alam.

Selain itu pihaknya, akan menyiapkan dan membantu kepala daerah untuk memberikan bentuk pelatihan dan pemberian pengetahuan soal bangunan bagi tim IMB daerah dalam menetapkan rumah yang aman.

“Sudah saatnya pemerintah daerah memperhatikan dan memikirkan cara-cara mengurangi dampak resiko bencana di suatu daerah dengan menghidupkan potensi kearifan lokal sesuai dengan kondisi alamnya,” tuturnya.

Dikatakannya, mitigasi bencana bagian dari upaya menyiapkan kesiapsiagaan menghadapi jika terjadi bencana. Keselamatan masyarakat bagian dari kerja pemerintah dalam melayani dan memperhatikan kesejahteraan rakyat.

“Semua masyarakat mesti tahu dan terbiasa dalam menyelamatkan diri ketika terjadi bencana. Aturan dan sistem mesti disiapkan untuk memudahkan msyarakat,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Gubenur Sumbar Nasrul Abit mengatakan untuk mengurangi dampak resiko bencana, butuh waktu dan latihan yang berulang-ulang dalam menyiapkan masyarakat untuk mampu berpikiran pola penyelamatan diri.

“Masyarakat dibeberapa kejadian terlihat, mereka gampang panik dan tidak tahu apa yang mesti dilakukan,” ujarnya.

Untuk itu kata Nasrul, perlu menyiapkan kesadaran masyarakat dan membutuhkan sosialisasi yang rutin agar mereka termotivasi melatih diri mencari lokasi aman saat terjadi bencana.

Terakhir, Bupati Mentawai Yudas mengatakan kegiatan sosialisasi dalam menyiapkan masyarakat terus dilakukan, meski masih kekurangan sumberdaya manusia, hidup di pulau-pulau.

“Kami berupaya terus melaksanakan sosialisasi sesuai kondisi keuangan yang ada terhadap masyarakat daerah rawan bencana,” tutupnya.

(Putri Caprita)

Komentar

Lainnya