Desa Ampalu Pariaman Masih Dihantui Masalah Kemiskinan

Ilustrasi kemiskinan
Ilustrasi
Kepala Desa Ampalu, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Masrutin
Kepala Desa Ampalu, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Masrutin. Foto : Rizki Pratama

Kepala Desa Ampalu, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Masrutin menyatakan, jika warga desanya masih banyak yang berkategori miskin.

Dengan berbagai upaya pun dilakukan untuk membebaskan mereka dari kemiskinan, salah satunya, memberikan keterampilan usaha.

Namun, setelah keterampilan didapat terkendala lagi dari modal, akhirnya kembali lagi seperti semula. Hal itu diungkapkan Masrutin di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Masrutin,sesuai dengan data dari Statistik warga Desa Ampalu yang miskin berjumlah 156 Kepala Keluarga (KK). Kemudian, ditambah terbaru, 18 KK.

Sementara yang bisa menerima beras Rakyat Sejahtera (Restra) hanya yang terdaftar dari pada Statistik, mereka diberikan kesempatan untuk membeli beras dengan harga Rp 1.600 setiap kilogramnya.

“Dari 156 KK itu, ada yang masuk dalam Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 51 KK, mereka dapat bantuan biaya pendidikan dan biaya kesehatan,” kata Masrutin.

Dijelaskan Masrutin agar mereka lepas dari garis kemiskinan, hanya dengan memberikan keterampilan usaha. Hal ini sudah dilakukan pada tahun 2016 lalu untuk pendidikan keterampilan bagi 40 orang, sebagai tukang salon. “Begitu pula pada tahun 2017 dibina lagi 40 orang sebagai tukang jahit,” jelasnya.

Menurut Masrutin, walaupun mereka telah diberikan keterampilan kerja, tetapi mereka masih belum bisa untuk membuka lapangan usaha sesuai dengan keterampilan yang mereka miliki. Hal ini disebabkan terkendala dari segi permodalan.

“Kita berharap Pemko Pariaman, bisa hendaknya membantu mereka dengan permodalan atau Baznas Kota Pariaman,” katanya.

Masrutin yang telah memimpin selama 2 tahun tersebut menjelaskan, jika Desa Ampalu mempunyai luas mencapai 1,5 kilometer dengan jumlah 466 KK dan penduduk 2.281 jiwa. “Terdiri dari Dusun II yaitu Timur dan Barat, sebagian daeranya berada di pantai,” jelasnya.

Untuk diketahui, sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani dan nelayan, sebagian lagi berdagang dan sebagian kecil sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

[Rizki Pratama]

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.