Dihadang Warga, Polisi Tunda Eksekusi Lahan

warga menghadang petugas dengan cara memblokir jalan.
warga menghadang petugas dengan cara memblokir jalan.
warga menghadang petugas dengan cara memblokir jalan.
warga menghadang petugas dengan cara memblokir jalan.

Puluhan warga histeris dan memberikan perlawanan ketika tim dari Polresta Padang datang dan hendak mengeksekusi sebuah lahan kosong di kawasan Parupuk Tabing, Kamis, 3 Mei 2018. Karena situasi yang kian tak kondusif, akhirnya Polresta Padang menunda pelaksanaan eksekusi.

Pantauan kabarsumbar, sejak pagi warga sudah siaga untuk menghadang kedatangan tim eksekusi dan kepolisian. Warga memblokir jalan dengan berbagai cara. Mulai dari membakar ban, memagar jalan dengan kayu yang sudah diruncingkan, hingga blokade yang dilakukan ibu-ibu.

Ketika petugas kepolisian mulai mendekat, beberapa warga terlihat tak bisa menahan amarah hingga histeris. Mereka melempar polisi dengan kayu, mengeluarkan caci maki. Bahkan, salah seorang warga menyayat tangannya hingga mengalami luka robek.

Melihat kondisi di lapangan yang kian tak kondusif, pihak kepolisian mencoba pendekatan persuasif kepada warga. Akhirnya, petugas memutuskan menunda eksekusi dan menggelar pertemuan dengan perwakilan warga pukul 14.00.

Salah seorang perwakilan warga yang tanahnya akan dieksekusi, Nofi Sastera mengatakan, mereka akan tetap berjuang mempertahankan tanahnya. “Tanah kaum kami tidak akan bisa direbut oleh siapa pun orangnya,” jelasnya.

Sementara Kabag Ops Polresta Padang, Kompol Edi Warman mengatakan, eksekusi lahan seluas 2 ha itu bukan dibatalkan, namun petugas mencoba untuk mengambil langkah persuasive terlebih dahulu.

“Kita akan dudukkan mereka dengan panitera pengadilan. Setelah kita cek, memang perkaranya sudah memiliki kekuatan hukum tetap. Kita berpikir tidak harus selalu represif, karena kita tidak bicara siapa yang kuat, namun kita akan cari solusi yang paling sejuk buat semua,” ujarnya.

[Hijrah Adi Sukrial]