Ekonomi Sumbar Langsam Pada Kuartal I 2018

Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatra Barat, Jalan Jend. Sudirman No.22, Jati Baru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat. Dokumen : @tanharimage
Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatra Barat, Jalan Jend. Sudirman No.22, Jati Baru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat. Dokumen : @tanharimage
Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatra Barat, Jalan Jend. Sudirman No.22, Jati Baru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat. Dokumen : @tanharimage
Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatra Barat, Jalan Jend. Sudirman No.22, Jati Baru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat. Dokumen : @tanharimage

PADANG, KABARSUMBAR-Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno beberapa waktu lalu mengatakan, ada tiga pola untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pertama percepatan penyerapan APBD, investasi, dan peningkatan dibidang pariwisata.

Sementara pada kuartal I tahun 2018, perekonomian Sumbar tumbuh 4,7 persen, pencapaian itu melamban dibandingkan kuartal IV 2017, yakni 5,3 persen. Hal itu berdasarkan catatan Bank Indonesia (BI).

Menurut Kepala BI perwakilan Sumbar Endy Dwi Tjahjono, Jumat (22/6/2018). Terjadinya penurunan itu karena ada faktor utama yang bersumber dari kontraksi ekspor dan menurunya industri pengolahan. Rendahnya produktivitas perkebunan sawit dan replanting karena umur. Hal itu menjadi landasana catatan yang diduga sebagai penyebab turunnya kinerja ekspor.

Endy Dwi Tjahjono membeberkan, laju perlambatan ekonomi Sumbar kuartal I tertahan dengan membaiknya realiasi anggaran dan menguatnya konsumsi masyarakat.

Konsumsi rumah tangga pada kuartal I mencapai Rp20,4 triliun dibandingkan triwulan sebelumnya Rp19,4 miliar dan posisi ini alami kenaikan. Sementara terkait konsumsi atau realiasi anggaran pemerintah pada triwulan I mencapai Rp3,2 triliun dibarengi dengan investasi masuk Rp11,5 triliun.

[Putri Caprita]