BudayaKabupaten Agam

Enam Pangulu Tanjung Dikukuhkan di Panampuang Agam

1259
×

Enam Pangulu Tanjung Dikukuhkan di Panampuang Agam

Sebarkan artikel ini
batagak-pangulu;-suku-tanjung-panampuang-baralek-gadang
Batagak Pangulu; Suku Tanjung Panampuang Baralek Gadang

Agam – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan pentingnya penguatan nilai adat Minangkabau.

Hal ini disampaikan saat menghadiri acara batagak pangulu di Nagari Panampuang, Agam, Sabtu (26/7).

Mahyeldi menekankan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) harus terus diperkuat.

“Hasil perjanjian sakti Bukik Marapalam harus diperkuat untuk mengingatkan generasi muda,” kata Mahyeldi.

UU Nomor 12 Tahun 2022, menurut Mahyeldi, menjadi dukungan negara bagi masyarakat Minangkabau.

UU tersebut memuat keistimewaan Sumatera Barat dengan falsafah ABS-SBK dan adat salingka nagari.

Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar, menyoroti pentingnya sertifikasi tanah pusaka dengan persetujuan ahli waris.

Bupati Agam, Benni Warlis, berpesan agar gelar pusaka diemban sebagai amanah besar.

Dalam acara itu, enam orang dilewakan gala sebagai pangulu suku Tanjung Nagari Panampuang.

Mereka adalah Bahri Dt. Rajo Endah, Syafwan Dt. Labiah, Rahmat Akbar Dt. Gunuang, Zulfikri Dt. Rajo Endah, Ithandi Srinulyadi Dt. Maliput, dan Mawardi Dt. Rajo Bangkeh.

Prosesi batagak pangulu ditandai dengan pemasangan keris oleh tokoh-tokoh penting.

Sebelumnya, para pangulu diarak dari Masjid Sa’dah menuju Surau Ka’bah.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.