Gunung Marapi Muntahkan Material dan Abu Setinggi 4000 Meter , Warga Dilarang Mendekat

Petani di Kelurahan Gantiang, Kecamatan Padangpanjang Timur, Kota Padang Panjang tetap beraktifitas mengemburkan sawah, meskipun Gunung Marapi mengalami erupsi pukul 07.00, Rabu (2/5/2018). photo : Nadia Salami/Kabarsumbar.com
Petani di Kelurahan Gantiang, Kecamatan Padangpanjang Timur, Kota Padang Panjang tetap beraktifitas mengemburkan sawah, meskipun Gunung Marapi mengalami erupsi pukul 07.00, Rabu (2/5/2018). photo : Nadia Salami/Kabarsumbar.com
Petani di Kelurahan Gantiang, Kecamatan Padangpanjang Timur, Kota Padang Panjang tetap beraktifitas mengemburkan sawah, meskipun Gunung Marapi mengalami erupsi pukul 07.00, Rabu (2/5/2018). photo : Nadia Salami/Kabarsumbar.com
Petani di Kelurahan Gantiang, Kecamatan Padangpanjang Timur, Kota Padang Panjang tetap beraktifitas mengemburkan sawah, meskipun Gunung Marapi mengalami erupsi pukul 07.00, Rabu (2/5/2018). photo : Nadia Salami/Kabarsumbar.com

Seiring pasca terjadinya erupsi Gunung Marapi, Sumatera Barat, menyemburkan abu vulkanik dengan ketinggian 4000 meter arah Tenggara, Rabu (2/5) pukul 07.00 WIB, masyarakat dan wisatawan dilarang mendaki Gunung Marapi, Sumatera Barat.

Petugas pos PGA Marapi Sumbar, Hartanto Prawiro, Bukittinggi, Rabu, 2 Mei 2018 mengatakan, status Marapi saat ini level II (Waspada), sehingga tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Marapi.

Berdasarkan pengamatan dari pos PGA, asap kawah warna kelabu dengan ketinggian 4000 meter dari atas puncak kawah. Selain itu tercatat 485 detik gempa dengan amplitudo 10 milimeter. Sedangkan asap erupsi teramati katanya, berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan angin bertiup lemah ke arah Tenggara.

“Itu tadi berdasarkan pengamatan disertai rekaman saat peristiwa Marapi menyemburkan abu vulkani. Sampai saat ini masih berstatus waspada atau level II dan status itu sudah ditetapkan sejak Agustus 2011 dan terakhir erupsi 4 Juni 2017” kata Hartanto.

Sebelumnya, peristiwa erupsi Gunung Marapi terjadi Jumat (27/4) sekira pukul 18.20 WIB, pada peristiwa itu mengeluarkan material setinggi 300 meter. Pada peristiwa itu belum ada laporan hujan abu, dari pantauan pos pada Jumat itu terekam getaran gempa berkekuatan lama 27 detik dengan amplitudo 90 milimeter.

“Kita berharap kepada masyarakat agar tidak terpancing isu miring dan tetap tenang dan dapat melaksanakan aktivitasnya,” kata Hartanto.
[Nadya Salami]