
LINTAU, KABARSUMBAR-Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit mengajak masyarakat agar membantu pemerintah menyelesaikan persoalan pembangunan Irigasi Batang Sinamar, terutama kendala soal pembebasan lahan. Sebab, jika proyek itu terbengkalai, maka akan merugikan masyarakat.
Hal di atas disampaikan Nasrul Abit di sela-sela kunjungan Tim Safari Ramadan Pemprov Sumbar di Masjid Al Kubra Nagari Pangian, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, Selasa (22/5/2018).
Nasrul Abit mengatakan, proyek Irigasi Batan Sinamar merupakan salah satu proyek yang menjadi perhatian pemerintah pusat. Sehingga beberapa kali dirinya diminta oleh Wakil Presiden Jusuf Kallaagar memastikan proyek pembangunan Irigasi Batang Sinamar bisa tuntas dan tidak ada kendala.
“Ini merupakan atensi dari Wakil Presiden Jusuf Kalla. Jika Irigasi Sinamar selesai akan dapat mengairi ratusan bahkan ribuan hektare sawah, meningkatkan hasil produksi pertanian serta mampu mensejahterakan masyarakat di sekitarnya,” ujar Nasrul Abit.
Ketua Gerindra Sumbar ini mengatakan, saat ini kendala utama dalam penuntasan pembangunan DI Batang Sinamar adalah pembebasan lahan. Ada beberapa kelompok warga yang menolak lahannya dibebaskan. “Kalau yang belum diganti rugi, pasti akan kita bayar. Mari sama-sama kita niatkan agar air mengalir dan bagi kita yang tanahnya terkena pembebasan lahan, semoga jadi amal jariyah” ujar Nasrul Abit.
Wagub lebih lanjut menjelaskan, saat ini pembangunan sudah sekitar 60 persen dan mudah-mudahan akan selesai pada tahun 2019. “Kendala utama adalah pembebasan lahan dekat bendungan yang akan menyalurkan pendistribusian air. Namun titik terang sudah mulai kelihatan,” jelas Nasrul Abit.
Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Tanah Datar, Zuldafri Dharma, Asisten Pembangunan dan Kesra Pemprov Sumbar, Kadis Perikanan dan Kelautan Sumbar, Kadis Pariwisata Sumbar, beberapa OPD di lingkungan Pemkab Tanah Datar, Ketua KAN, Ikatan Keluarga Pangian Raya (IKPR).
(Hijrah Adi Sukrial)





