Jelang Diluncurkan, Gubernur Uji Coba Kereta Api Bandara

  • Bagikan
Gubernur Sumatera Barat dan PT KAI (Kereta Api Indonesia) melakukan uji coba kereta api (KA) Minangkabau Ekspress yang nantinya akan menjadi transportasi menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Selasa (24/4/2018). Foto : Al Ikhlas Saputra
Gubernur Sumatera Barat dan PT KAI (Kereta Api Indonesia) melakukan uji coba kereta api (KA) Minangkabau Ekspress yang nantinya akan menjadi transportasi menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Selasa (24/4/2018). Foto : Al Ikhlas Saputra

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat dan PT KAI (Kereta Api Indonesia) melakukan uji coba kereta api (KA) Minangkabau Ekspress yang nantinya akan menjadi transportasi menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Selasa (24/4/2018).

Uji coba sendiri langsung dilakukan oleh Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dari Stasiun KA Simpang Haru, Padang menuju Stasiun KA Bandara Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman.

Gubernur mengatakan, jika uji coba ini untuk melihat kesiapan KA Minangkabau Ekspress menjelang dirilis secara Soft Launching (peluncuran) pada 2 Mei 2018, mendatang.

“Kereta api yang berkapasitas 393 penumpang, dengan waktu jarak tempuh 30 menit dari Stasiun Simpang Aru Ke Stasiun Bandara Internasional Minangkabau sudah siap operasional,” kata Gubernur saat melalukan uji coba KA.

Gubernur menambahkan, pihaknya menargetkan bersama PT KAI, masyarakat bisa menggunakan Kereta Api tersebut, setelah Soft Launching.

“Saya berharap setelah diadakan peresmian dan Soft Launching, masyarakat menggunakan Kereta api ini, karena untuk mengurangi kemacetan, “katanya

Sedangkan untuk biaya tiket penumpang sendiri, PT KAI mematok tarif Rp 10 ribu pada tiga titik pemberhentian. “Untuk biaya tiket penumpang dikenakan Rp. 10 ribu dengan tiga titik pemberhentian diantaranya, stasiun Tabing, stasiun Duku, dan stasiun Bandara Minangkabau,” jelas Gubernur.

Sementara untuk jam keberangkatan belum dapat diinformasikan. Pasalnya, kata General Manager PT KAI Sumatera Barat Yuhermawan, ketentuan itu akan mendapatkan hasil setelah adanya kontrak dengan Kementerian Perhubungan saat Soft Launching digelar.

“Untuk waktu keberangkatan sedang dalam pengurusan dengam pihak Angkasa Pura juga. Karena, kita ingin mencocokkan waktu keberangkatan kereta api dengan waktu keberangkatan pesawat, dan penumpang pun tidak terlambat keberangkatannya penerbangan,” jelas Yuhermawan.

Untuk diketahui, KA Minangkabau Ekspress merupakan transportasi bandara yang ditujukan untuk mengurai kemacetan saat penumpang menuju Bandara Internasional Minangkabau.

Setelah Soft Launching bersama Kementerian Perhubungan, direncanakan KA Bandara Minangkabau itu akan diresmikan secara langsung oleh Presiden RI Joko Widodo pada pertengahan Mei tahun 2018.

[Al Ikhlas Saputra]

  • Bagikan