oleh

Jumlah Turis Asing ke Sumbar Turun 6,19 Persen

PADANG, KABARSUMBAR – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat Sukardi mencatat jumlah turis asing atau wisatawan mancanegara (Wisman) melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) yang datang ke provinsi itu pada Desember 2018 mengalami penurunan sebesar 6,19 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Dikatakannya, dari data yang tercatat pada November 2018 sebanyak 5.118 orang, sedangkan Desember 2018 mencapai 4.801 orang.

“Berarti jika dibandingkan Desember dengan November, dalam sebulan mengalami penurunan Wisman sebanyak 317 orang,” katanya.

Hal tersebut ujarnya, memberikan kontribusi sebesar 0,34 persen terhadap total Wisman yang berkunjung ke Indonesia (Wisman Nasional 1.405.536 orang),” sebutnya di Padang, Jumat (1/2/2019).

Namun kata dia, jika dibandingkan dengan Desember 2017, Wisman pada Desember 2018 mengalami penurunan sebesar 44,37 persen.

Dari data BPS, Sukardi menyebutkan Wisman yang berkunjung ke Sumbar dari Januari hingga Desember 2018 ada 10 kebangsaan yakni Negara Malaysia sebanyak 43.344 orang, Singapura 1.729 orang, Australia 3.004 orang, Jepang 295 orang, Prancis 688 orang, Amerika Serikat 562 orang, Jerman 319 orang, Inggris 438 orang, Belanda 232 orang dan terakhir India 251 orang.

Jika dipresentase peran terhadap total Wisman di 2018, disebutkan untuk Malaysia 79,72 persen, Singapura 3,18 persen, Australia 5,53 persen, Jepang 0,54 persen, Prancis 1,27 persen, Amerika Serikat 1,03 persen, Jerman 0,59 persen, Inggris 0,81 persen, Belanda 0,43 persen dan India 0,46 persen.

Dijelaskannya, dari total 10 negara yang berkunjung ke Sumbar sebanyak 50.862 orang atau 93,55 persen. Sedangkan dari negara lainnya 3.507 orang (6,45 persen).

Lebih lanjut, dia menyebutkan jumlah kunjungan Wisman melalui BIM dari Januari hingga Desember 2018 mencapai 54.369 orang (100 persen). Namun, jika dibandingkan dengan 2017 sebesar 56.876 mengalami penurunan sebesar 4,41 persen.

“Untuk kunjungan wisatawan manca negara tersebut kami hitung dari penerbangan langsung dari luar negeri ke BIM,” ujarnya.

Pihaknya menyebutkan faktor yang mempengaruhi penurunan kunjungan tersebut adalah terjadinya inflasi karena harga tiket pesawat ke Padang melonjak naik.

“Inflasi itu membandingkan harga bulan sekarang dengan bulan yang lalu, kalau harganya sudah tinggi bulan depan bisa naik dan bisa juga turun lagi,” jelasnya.

Terakhir, ia mengungkapkan jika dilihat di Bandara Internasional Minangkabau, jumlah penumpang sudah relatif tidak banyak seperti saat harga tiket murah dan berkemungkinan bisa terus mengalami penurun.

(Putri Caprita)

Komentar

Lainnya