Kelompok Wanita Nagari Sungai Pinang Ciptakan Batik Bernama Mangrove

  • Bagikan
Foto : Hasil batik tulis Kelompok Wanita Nagari Sungai Pinang

Pesisir Selatan – Kelompok Wanita Nagari Sungai Pinang, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan setiap Minggu selalu tampak sibuk membuat Batik tulis diatas sebuah kain berwarna putih yang telah disiapkan pada tempatnya.

Tangan yang tampak lentur memainkan cating yang digunakan untuk mengambil lilin batik yang telah dilelehkan. Sedangkan Ibu-ibu lainnya, terlihat sedang memberikan pewarna dan penjemuran kain yang sudah selesai di Batik.

Uniknya, kerajinan Batik yang dibuat oleh Ibu-ibu yang tergabung dalam Anak Desa Sungai Pinang (Andespin) ini, mereka memanfaatkan potensi bahan dari hutan Mangrove, untuk menemukan pewarna dalam membuat kerajinan Batik. Tentu, motif yang dibuat tidak jauh dari Biota Laut. Seperti; Ikan, Penyu, dan Terumbu Karang.

Hidayanti (50), seorang pengerajin Batik menjelaskan, dari hasil pewarna dari alam yang ada disekitarnya, ia dapat menemukan beberapa warna seperti merah, coklat, hitam, dan kuning.

“Kami memanfaatkan limbah dari hutan mangrove yang ada disekitar kami, untuk dijadikan perwarna dalam membantik. Sehingga kami menyebutnya Batik Mangrove,” ungkapnya, Minggu 21 Maret 2021.

Sementara itu, David Hidayat (33) pelopor berdirinya usaha Batik Mangrove tersebut mangatakan, Nagari Sungai Pinang merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan Sungai Pisang, Kecamatan Bungus, Kota Padang. Sebelum pandemi Covid-19 masuk, daerah ini menjadi tujuan wisata bahari.

Lanjutnya, selain melaut, perekonomian penduduk menggantungkan diri ke industri pariwisata bahari Kawasan Mandeh yang sedang digandrungi wisatawan lokal dan mancanegara.

“Sejak pandemi Covid-19, masyarakat hanya menggantungkan perekonomian hanya disektor perikanan saja. Industri pariwisata mati suri, perekonomian masyarakat terganggu. Ibu-ibu yang biasanya menjual makanan kepada wisatawan disekitar Kawasan Mandeh, sekarang terpaksa menggantungkan perekonomian kepada suami yang bekerja sebagai nelayan,” tutup David.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Hadi Susilo mengungkapkan, Batik Mangrove ini benar-benar bisa menjadi salah satu produk andalan dari Pesisir Selatan terutama Nagari Sungai Pinang.

“Kita telah melihat langsung dan berharap ini bisa berkembang dan mampu menjadi potensi yang bisa diandalkan kedepannya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, berharap agar ekonomi masyarakat terutama masyarakat Pessel kembali bergairah, apalagi ditengah kondisi pandemi sekarang ini. Potensi Mangrove di Nagari Sungai Pinang sangat banyak dan Mangrove merupakan satu potensi yang melimpah.

“Semoga dengan pengolahan Mangrove menjadi Batik bisa dan Kopi bisa meningkatkan ekonomi masyarakat nantinya,” tambahnya.

Pihaknya mendukung penuh program yang diluncurkan didaerahnya, terutama memanfaatkan Mangrove yang memang banyak tumbuh didaerahnya. Dengan program ini bisa membantu warga untuk mengembangkan potensi ini untuk meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.

“Kita berharap program ini bisa berkelanjutan sehingga warga bisa selalu berinovasi dalam berkreasi mengolah Mangrove. Dan harapannya warga juga bisa mengambil nilai ekonomi dari program ini,” tutupnya.

  • Bagikan