Kota PadangPeristiwa

Kericuhan di Padang Sarai Reda, Wali Kota Tegaskan Bukan Konflik Agama

751
×

Kericuhan di Padang Sarai Reda, Wali Kota Tegaskan Bukan Konflik Agama

Sebarkan artikel ini

Padang – Wali Kota Padang, Fadly Amran, turun tangan langsung memediasi kericuhan yang terjadi di Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Minggu (27/7/2025), setelah pembubaran aktivitas ibadah dan pendidikan agama di sebuah rumah milik jemaat Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) memicu ketegangan.

Insiden pembubaran oleh sejumlah warga RT 03/ RW 09 tersebut, dilaporkan mengakibatkan dua orang terluka.

Pendeta Dachi menjelaskan akar masalahnya adalah kesalahpahaman, di mana warga mengira rumah yang digunakan untuk pendidikan agama Kristen tersebut adalah gereja.

Mediasi yang berlangsung di Kantor Camat Koto Tangah pada Minggu malam menghasilkan kesepakatan antara kedua belah pihak yang berseteru.

“Kita harus memahami luka perasaan saudara-saudara kita yang mengalami tindakan pengerusakan bahkan juga sampai ada korban luka,” ujar Fadly Amran usai mediasi.

Ia menegaskan bahwa insiden ini bukan perselisihan agama, melainkan murni kesalahpahaman.

“Untuk kesalahpahaman sudah clear. Bahwa insiden ini tidak terkait SARA, untuk tindakan yang masuk ranah pidana ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku,” katanya.

Pernyataan tersebut diamini oleh Kapolsek Koto Tangah, Kompol Afrino, dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Padang, Prof. Salmadanis.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.