PADANG, KABARSUMBAR – Ketua Gerakan Nasional Pembela Fatwa) (GNPF) Ulama Sumatra Barat Jel Fathullah Fc mengatakan saat ini iya melihat masyarakat khususnya Sumbar sudah semakin pintar dan bijak dalam urusan politik. Hal itu terlihat dari cara mereka memandang siapakah yang layak menjadi calon pemimpin negara kelak.
Dikatakannya, perkembangan politik yang sangat dinamis pasca reformasi saat ini telah membuat masyarakat banyak belajar dalam urusan politik sehingga mereka tidak gampang lagi dikendalikan oleh kepentingan-kepentingan tertentu.
“Sekarang masyarakat khusunya Sumbar sudah bertambah pintar, bukan karena cerdas, karena sering ditipu sehingga lama-lama pinter. Melainkan masyarakat sudah paham politik dan memilih pemimpin dengan versi agama,” ujar Jel saat diskusi dengan Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumbar bertajuk Kesiapan Sumbar Menyambut Pemilu dan Pilpres 2019, pada Kamis (17/1/2019) di J Six Cafe, Padang.
Selain itu kata dia, tingkat pemilih cerdas di Sumbar sudah cukup tinggi, hal tersebut dikategorikan mayoritas karakter masyarakat mendahulukan kecerdasaan daripada emosional.
“Meski ditingkat pendidikan terendah. Masyarakat Sumbar sudah dicerdaskan dengan pendidikan politik yang sangat berkualitas. Hal itu terlihat tidak hanya di kampus saja melainkan seperti di forum di ruang diskusi, pertemuan, bahkan di kampung-kampung selalu melakukan pembicaraan tersebut,” paparnya.
Lebih lanjut, dijelaskannya saat ini infromasi politik tersebar dengan cepat di Sumbar. Pemilih harus lebih cerdas dan rasional. Jika dilihat pemahaman masyarakat tentang politik sudah cukup banyak dari kalangan tua hingga muda.
“Jadi tidak perlu ditakutkan lagi, karakter masyarakat Sumbar dalam bersikap politik bagus dan Insyaallah tidak akan ada terjadi indikasi pesta demokrasi yang tidak bagus,” tegasnya.
Tidak hanya itu ujar Jel, tingkat perubahan sikap masyarakat dalam merespon isu politik sangat bagus. Semua unsur ikut berperan serta. Sikap yang berbeda dari pemilu sebelumnya, tidak hanya ikut tren tetapi dengan pertimbangan yang luar biasa.
“Hadist tentang kepemimpinan sudah populer. Sudah mulai mengayomi masyarakat berpolitik dengan baik versi agama. Jadi secara langsung hal tersebut tidak terlepas dari peran ulama,” kata dia.
Perubahan perilaku ini juga akan mempengaruhi peran ormas Islam yang sebelumnya turut andil dalam mengarahkan pilihan-pilihan politik anggotanya. Para tokoh ormas kini telah masuk ke berbagai partai politik dengan kepentingan-kepentingan yang berbeda.
Selain itu, pihaknya sudah berkooordinasi dengan Kapolda Sumbar dan memastikan GNPF Ulama Sumbar terdepan dalam sukseskan Pemilu 2019, badunsanak tanpa hoax.
Jel juga menghimbau warga Sumbar untuk ikut menyukseskan pesta demokrasi politik Pileg dan Pilpres pada 17 April 2019 mendatang. Agar dapat menjadi contoh nasional karena terlaksananya pesta demokrasi yang sempurna, aman, jujur dan adil.
Terakhir, ia berpesen agar masyarakat dapat menghindari politik gaduh dan money politik karena itu haram.
Sementara itu, Ketua IWO Sumbar Hijrah Adi Syukrial mengatakan masyarakat diingatkan untuk lebih selektif, pintar, dan cerdas dalam memilih informasi, baik di media sosial maupun di media online agar tidak mudah terprovokasi yang bisa mengakibatkan perpecahan di tengah masyarakat.
Hal itu perlu dilakukan seiring maraknya informasi bohong atau hoax di dunia maya, apalagi menjelang pelaksanaan Pileg dan Pilpres pada 17 April 2019 mendatang.
Untuk itu, Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumbar menggelar diskusi di J Six Cafe, Padang Kamis (17/1/2019) dengan Ketua GNPF Ulama Sumbar Jel Fathullah Lc bersama wartawan dalam rangka menyambut kesiapan masyarakat Sumbar pada Pemilu dan Pilpres 2019.
[Putri Caprita]






