Komisi Informasi Yogyakarta Salut Dan Bangga Terhadap KI Sumbar

Yogyakarta – Komisi Informasi (KI) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) lakukan sharing keterbukaan informasi publik dengan KI DI Yogyakarta di Yogjakarta, pada sebua kafe dibilangan Malioboro pada Kamis, 5 Oktober 2020.

Dalam pertemuan tersebut pembahasan mereka tentang tata cara keterbukaan informasi di daerah keraton, dimana masyarakatnya sangat homogen dan humanis, oleh sebab itu sangat jarang sekali ada kasus dalam keterbukaan informasi.

Ketua KI Jogjakarta Muhammad Hasyim, yang juga didampingi waket Agus Purwanta, komisioner bidang kelembagaan Rudi Nurhandoko, bidang PSI Erniati, dan bidang AC Sri Surani mengatakan, sangat salut dan hormat pada KI Sumbar karena bisa mengakomodir dan merangkul berbagai media dalam menyampaikan keterbukaan informasi.

“Kami merasa salut dan bangga pada komisi informasi Sumatera Barat, karena mampu menggandeng mitra kerja setrategis yakni media dan wartawan dalam menjalankan program keterbukaan informasi,” katanya.

KI Jogjakarta perlu belajar banyak untak hal itu, termasuk juga tentang cara pengaturan anggaran keterbukaan informasi.

Pada kesempatan Kunjungan KI Sumbar dengan pimpinan rombongan ketua Nofal Wisma, dibantu wakil ketua Adrian Tuswandi, Arif Yumardi, dan Tanti Endang Lestari, juga membawa mitra kerja Kominfo, organisasi wartawan, serta Forum Jurnalis Keterbukan Informasi (FJKIP), juga akademisi dan staf, mengatakan siap untuk bekerja sama dengan KI Jogjakarta dalam bertukar informasi.

“Kami akan selalu siap untuk melakukan kerjasama dan shering edukasi pada rekan-rekan KI lainnya, sehingga bisa melakukan kerjasama kemitraan Setrategi dengan insan pers dan media, sehingga keterbukaan informasi bisa dirasakan semua lapisan masyarakat,” ulas Nofal Wiska.

Ia menegaskan, banyak hal yang sempat menjadi kendala, namun karena kerjasama baik antara KI bersama mitra, semua dapat diatasi dengan baik, tanpa melakukan pelanggaran aturan.

Hal senada juga disampaikan waket KI Adrian Tuswandi, dimana setiap kebijakan kemitraan tentunya ada yang suka dan tidak suka.

“Semua kebijakan kemitraan tentu memiliki resiko, namun jika kita konsekuen maka Inshaa Allah akan dapat diatasi, dan tugas poko serta fungsi dapat berjalan baik,” tambahnya.

Rombongan KI Sumbar dan mitra melakukan kunjungan kerja study tiru selama 3 hari, terhitung 4-6 November 2020, dengan mitra kerja diantaranya FJKIP, PWI, IJTI,IWO, FWP-SB dan media.

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...