oleh

Korem 032/WBR Laksanakan Upacara 17-an Pertama

PADANG, KABARSUMBAR – Korem 032/WBR, melaksanakan upacara bendera di lapangan Makorem 032/WBR Jalan Jendral Sudirman Nomor 29 Kota Padang pada Kamis (17/1). Pesertanya terdiri dari seluruh prajurit TNI – AD, Bintara, Tamtama dan PNS.

Bertindak sebagai komandan upacara adalah Mayor Chb. Kairan Nasirin, S.T. jabatan sehari hari Wadan Denhubrem 032/WBR, Inspektur Upacara Kasilog Rem 032/WBR Kolonel Kav. Asep Solihin, S.I.P.

Dalam amanat tertulis Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, S.IP. yang dibacakan inspektur upacara Kasilog Rem 032/WBR Kolonel Kav. Asep Solihin, S.I.P, mengatakan “Masih dalam suasana Natal dan Tahun Baru, pada kesempatan yang baik ini, saya mengucapkan Selamat Natal bagi saudara-saudara umat Kristiani. Semoga Natal membawa damai dan kebahagiaan. Demikian juga kepada seluruh Prajurit, PNS-TNI dan Keluarga Besar TNI di manapun berada dan bertugas, saya mengucapkan Selamat Tahun Baru 2019. Semoga di tahun ini, TNI menjadi lebih solid, memiliki semangat baru dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.

Pada upacara bendera kali ini saya mengajak kita semua untuk melihat sejenak ke tahun 2018. Pada tahun 2018 itu kita mencatat berbagai peristiwa yang tidak hanya menjadi perhatian kita semua, tetapi juga menguji kesiapsiagaan dan kemampuan pengabdian TNI sebagai alat negara.

Pilkada serentak 2018 dilaksanakan dengan aman, lancar dan sukses. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari netralilas TNI dan sumbangsih pengamanan yang kita dilaksanakan. TNI memberikan bantuan pengamanan dengan menurunkan hampir 10.000 personel ditambah dengan 7.500 personel standby, lengkap dengan berbagai alutsista TNI.

Tahun 2018 juga menjadi pembuktian bahwa TNI mampu menyelenggarakan beberapa kegiatan berskala besar secara serentak. TNI melaksanakan penanggulangan bencana gempa di Lombok serta gempa di Palu seraya juga mengamankan Asian Games ke-18 di Jakarta-Palembang dan pengamanan IMF- World Bank Annual Meeting di Bali.

Selain itu, untuk pertama kalinya TNI berhasil melaksanakan latihan gabungan dengan 3 trouble spot sekaligus. Latihan puncak bentuk Pasukan Pemukul Reaksi Cepat dengan skenario operasi militer secara serentak dilaksanakan di Morotai, Selaru dan Timika. Latihan semacam ini diharapkan semakin meningkatkan interoperabilitas antar matra, termasuk dalam hal penggunaan alutsista.

Selanjutnya TNI melaksanakan pengembangan organisasi dalam rangka mendukung program pemerintah. Divisi 3/Kostrad, Koarmada III, Koopsau III, dan Pasmar-3 dibentuk di wilayah timur Indonesia. Dengan demikian kekuatan pertahanan dan pembangunan nasional akan semakin merata serta mendukung kedaulatan negara.

Saya tetah meresmikan Satuan TNI Terintegrasi di Natuna. Satuan tersebut merupakan satuan tri matra terpadu yang dapat melindungi kedaulatan dan kepentingan nasional Indonesia, lengkap dengan segala fasilitas, termasuk untuk kapal perang, kapal selam, pesawat tempur, dan rudal modern. Kita juga terus melanjutkan pemenuhan kekuatan esensial yang dibutuhkan, di antaranya pembangunan kapal selam produksi dalam negeri.

TNI juga membantu dan mendukung Pemerintah dalam penanggulangan bencana kemanusiaan di Kabupaten Asmat, Papua dan suku Mausu Ane, Maluku. Dalam pencarian dan penyelamatan, kita menurunkan pasukan dan alutsista dalam tugas SAR, termasuk evakuasi dan pencarian Lion Air JT -610. Selanjutnya TNI juga mengatasi kelompok bersenjata di Kabupaten Nduga, Papua, yang telah membunuh secara keji puluhan masyarakat sipil yang sedang melaksanakan pembangunan jembatan dan mengakibatkan gugurnya 1 orang prajurit TNI.

Pada misi perdamaian dunia, kita berhasil menempatkan diri pada posisi 7 dunia sebagai negara kontributor pasukan perdamaian PBB. Terdapat 8 misi PBB di mana prajurit TNI bertugas dalam berbagai posisi, termasuk di antaranya 75 orang Wanita TNI. Dengan demikian telah terdapat 41.810 personel TNI yang telah bertugas di bawah bendera PBB sejak tahun 1957.

Itulah sebagian kecil catatan yang perlu kita lihat sejenak. Selain itu terdapat berbagai hal yang perlu menjadi bahan renungan dan kajian kita bersama. Kelebihan dan kekurangan yang ada hendaknya menjadi pelajaran dalam mengemban amanah yang dipercayakan kepada TNI. Tantangan di masa mendatang tidak lebih ringan. Spektrum ancaman semakin kompleks yang menuntut kerja keras dan komitmen TNI, serta seluruh komponen negeri ini.

Sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional, TNI dinilai mampu menjadi perekat kemajemukan dalam menjaga kebhinnekaan. TNI bersama-sama segenap komponen bangsa harus melaksanakan tugas dengan tulus dan ikhlas dalam mewujudkan rasa aman dan tenteram di masyarakat. Sinergi dengan berbagai kementrian dan lembaga, serta seluruh komponen bangsa harus dipelihara dan ditingkatkan, tidak sekedar menjadi selogan.

Pesta Demokrasi 2019 merupakan even akbar nasional yang menjadi perhatian kita semua. Pemilihan legislatif dan pemilihan Presiden harus dapat berjalan dengan lancar, aman, damai, dan sukses. Stabilitas nasional harus tetap terjaga sebelum, selama, dan setelah pemilihan tersebut. Netralitas TNI kembali harus kita tunjukkan. Oleh karenanya saya perintahkan kepada seluruh prajurit dan PNS TNI untuk berpegang teguh pada pedoman netralitas yang telah saya canangkan. Jangan terpengaruh pada berbagai isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan. Pegang teguh rantai komando dan laporkan kepada komandan satuan bila menemui kendala.

Perkembangan situasi lainnya juga tetap menjadi bagian dari kewaspadaan kita semua. Kondisi regional dan global yang terkait, baik secara langsung maupun tidak langsung, tidak boleh luput dari pengamatan dan antisipasi TNI. Ancaman terorisme, separatisme, radikalisme, serta berbagai ancaman kejahatan lintas negara harus dapat kita atasi. Demikian pula dengan kemungkinan terjadinya bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Kondisi geografis Indonesia memang mengharuskan kita memiliki kesadaran terhadap potensi dan penanggulangan bencana alam.

Itu semua terasa sangat berat manakala kita tidak menyadari betapa mulianya tugas yang kita emban. Sadarilah bahwa jerih payah para prajurit dan PNS-TNI juga menjadi ibadah dihadapan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Selain itu dalam setiap pelaksanaan tugas pokoknya, TNI harus bersatu dan manunggal bersama rakyat. TNI adalah bagian dari rakyat, dan kemanunggalan TNI dan rakyat adalah marwah NKRI sejak negeri ini berdiri.

(Putri Caprita)

Komentar

Lainnya