Lakukan Pelanggaran, Delapan Personel Polda Sumbar Dipecat Tidak Hormat

  • Bagikan
Foto : internet

Padang – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) melakukan tindakan pemecatan atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap tujuh orang anggota kepolisian dan satu orang PNS Polri berupa pemecatan atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Upacara Pemberhentian tersebut digelar di Lapangan Apel Polda Sumbar dimana, empat orang diantaranya diberhentikan karena terkait penyalahgunaan narkoba pada Rabu, 3 Maret 2021.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu mengatakan, PTDH yang dilakukan ini merupakan salah satu wujud komitmen pimpinan Polri dalam memberikan sanksi tegas kepada anggota polisi yang melakukan pelanggaran terhadap segala aturan yang berlaku.

“Upacara untuk penghentian anggota Polda Sumatera Barat yang melakukan pelanggaran.Ada delapan personel yang di PTDH karena disersi, narkoba” ungkap Satake.

Baca Juga :  BPN Prabowo-Sandi : Prabowo Hirup Aroma Kemenangan

Ia berharap, untuk kedepannya tidak ada lagi upacara seperti ini dan semua personel dapat mengambil hikmah serta pelajaran dari kejadian ini.

Selain itu, ia juga mengingatkan untuk terus mengintrospeksi diri agar bertugas secara profesional, bertanggung jawab sesuai aturan yang berlaku.

“Dengan adanya proses PTDH ini untuk anggota menjadi lebih baik di dalam melakukan tugas-tugas kepolisian, sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan dengan baik” tegasnya.

Personel tersebut berada di beberapa satuan kerja Polda Sumbar, dengan alasan empat orang personel diberhentikan karena melakukan pelanggaran penyalahgunaan narkoba, tiga orang disersi, dan satu orang personel melakukan tindak pidana pencurian dan penyalahgunaan senjata api.

Sebanyak 23 personel sepanjang tahun 2020 Polda Sumbar telah melakukan pemecatan karena tersangkut masalah penyalahgunaan narkoba.

Baca Juga :  Pemprov Sumbar Izinkan Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1442 H

Selain itu, 17 tindak pidana yang dilakukan personel kepolisian pada 2020 yang terdiri dari tiga perwira pertama dan 14 bintara. Sedangkan sebanyak 202 orang melakukan pelanggaran disiplin, 165 orang telah selesai di proses, serta masih dalam proses sebanyak 37 orang.

Untuk diketahui, pelanggaran disiplin tersebut dilakukan oleh enam perwira menengah, 28 perwira pertama, dan 223 bintara serta seorang ASN Polri. Untuk pelanggaran kode etik ada 55 orang yang ditindak dan telah selesai 41 kasus serta 14 kasus masih diproses.

  • Bagikan