Malang, Mencuri di Agam Tertangkap di Bukittinggi

Kanit-reskrim-Polsek-Lubuk-Basung-saat-menujukan-barang-bukti-hasil-curian-dari-2-pelaku-pencurian-yang-ditangkap-di-dua-lokasi-yang-berbeda
Kanit-reskrim-Polsek-Lubuk-Basung-saat-menujukan-barang-bukti-hasil-curian-dari-2-pelaku-pencurian-yang-ditangkap-di-dua-lokasi-yang-berbeda
Kanit-reskrim-Polsek-Lubuk-Basung-saat-menujukan-barang-bukti-hasil-curian-dari-2-pelaku-pencurian-yang-ditangkap-di-dua-lokasi-yang-berbeda
Kanit-reskrim-Polsek-Lubuk-Basung-saat-menujukan-barang-bukti-hasil-curian-dari-2-pelaku-pencurian-yang-ditangkap-di-dua-lokasi-yang-berbeda

AGAM, KABARSUMBAR-Dua warga ditangkap Satreskrim Polsek Lubuk Basung dibantu Satreskrim Polres Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar). Kedua pria itu, yakni MM, (32) mantan residivis warga Translok, Jorong Padang Mardani, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, dan HLP (30) Jorong Koto Malintang, Nagari Tilatang Kamang, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sumbar.

Penangkapan berawal dari HLP yang menjual barang curian ke toko Virma Viktory Kota Bukittinggi, pukul 19.00 WIB, Senin (2/7/2018). Malang, bukanya mendapat uang dari hasil penjualan, HLP malah diciduk polisi saat sedang transaksi dengan pemilik toko. Pasalnya, barang curian tersebut terendus setelah korban pemilik Ruko Rental Play Station Simpang Gudang dekat TPR Jorong Balai Satu Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam membuat Laporan Polisi (LP) Nomor : LP/18 / K / VII /2018 / Res Agam/Sek Lbs, Minggu 01 Juli 2018, sekitar pukul 20.00 WIB.

Berdasarkan keterangan kepolisian, jika barang curian tersebut, HLP menjualnya ke toko Virma Viktory atas suruhan dari korban. Tak mudah percaya begitu saja, lantas mengomunikasikan kepada korban yang merupakan jaringan bisnis dagang. Ternyata, pernyataan HLP dengan korban yang didapati berbeda. Lantas anggota Polsek Lubuk Basung berkoordinasi dengan Polres Kota Bukittinggi dan meringkus HLP tengah berada dalam toko.

Sebelum digiring ke kantor polisi, anggota Satrekrim Polres Bukittinggi memastikan barang yang dijual HLP merupakan milik korban, yakni 3 unit TV LED Merk Sharp dan satu unit Playstation (PS). Setelah korban, Arnes mengecek, teryata benar spesifikasi barang miliknya yang raib sama persis dengan yang dijual HLP.

“Kami menangkap mereka di lokasi yang berbeda, setelah adanya laporan masuk dari korban, hingga penangkapan di Kota Bukittinggi, ” kata Kapolres Agam AKBP Ferry Suwandi melalui Kapolsek Lubuk Basung Iptu.Harmon, Rabu (4/7/2018).

Pelaku MM, diringkus saat berada di rumah orang tuanya di Panji Jorong Koto Malintang Nagari Tilatang Kamang Kecamatan Tilatang Kamang. Penangkapn terjadi setelah HLP bersiul kepada polisi, jika dirinya hanya disuruh MM untuk menjual barang elektronik tersebut. Atas perbuatan keduanya disangkakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun kurungan penjara.

[arumi]