Kota SolokPemerintah

Mantan Pjs Wako Solok Harapkan Kota Solok Tingkatkan Produktifitas Sektor Pertanian

528
×

Mantan Pjs Wako Solok Harapkan Kota Solok Tingkatkan Produktifitas Sektor Pertanian

Sebarkan artikel ini

Solok Kota – Kota Solok Sebagai kota dengan luas sawah dan produksi padi yang melimpah, Pemko Solok dituntut untuk terus mempertahankan luas sawah dan mempertahankan slogan kota beras di Kota Solok.

“Solok kota beras itu bukan sekedar slogan, ini tugas dan prioritas utama Pemko Solok agar terus meningkatkan produktifitas petani dan mempertahankan luas sawah,” ujar Pjs Wakon Solok Asben Hendri saat menyerahkan jabatannya kepada Wako Solok Zul Elfian, Senin(7/12).

Asben Hendri yang menjadi Pjs Wako Solok menggantikan Wako Zul Elfian sejak 26 September hingga 5 Desember, berharap Pemko Solok tetap mempertahankan luas persawahan di Kota Solok.

Ia kagum dengan pesatnya laju pembangunan Kota Solok baik secara perekonomian maupun pembangunan, tapi ia justru khawatir akan penyusutan lahan sawah yang mungkin terjadi akibat semakin padat area permukiman.

Pihaknya berharap, kedepannya Pemko Solok menggarap dan memaksimalkan program-program yang bersifat mempertahankan luas lahan persawahan, sehingga ada perlindungan bagi lahan sawah supaya tetap terjaga dan tetap produktif.

Sangat riskan ada pengurangan lahan meskipun sedikit, kalau itu dalam jangka panjang, begitu juga hasil panen walaupun melebihi target panen tahunan, tetap harus peka pada pengurangan, jangan sampai terjadi,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kota Solok, Ikhvan Marosa mengatakan Pemko Solok akan meminimalisir potensi berkurangnya lahan sawah di Kota Solok.

Menurutnya, Kota Solok belum ada penyusutan sawah secara signifikan, selain memang menjadi penggerak roda ekonomi sebagian besar masyarakat, aturan adat juga yang mengatur perihal lahan persawahan.

Perluasan areal sawah juga menjadi aspek penting yang akan terus digerakkan, walaupun sulit untuk percetakan sawah baru.

“Pada 2021 nanti mengoptimalkan  pemanfaatan lahan sawah menjadi salah satu program prioritas kita, terutama dalam swasembada pangan,” pungkasnya. (f)

Berdasarkan data dari BPS Kota Solok, tahun 2014 luas sawah masih seluas 976,91 hektar, 3 tahun berselang terjadi penurunan yang cukup signifikan yakni berkurang mencapai 100 hektar atau menjadi 874 hektar pada tahun 2017.

Tahun berikutnya kota Solok mulai mempertegas aturan penggunaan lahan oersawahan, dan hasilnya luas sawah naik menjadi 875 hektar pada tahun 2018, dan tahun 2019, luas lahan sawah di Kota Solok 875,2 hektar dengan total produksi sebanyak 17.583 ton.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.