Nasional

Menhub Pastikan Evakuasi Cepat Tabrakan KRL Bekasi Timur

51
×

Menhub Pastikan Evakuasi Cepat Tabrakan KRL Bekasi Timur

Sebarkan artikel ini
korban-kecelakaan-kereta-di-bekasi-timur-bertambah-jadi-4-orang-meninggal-dunia
Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Bertambah jadi 4 Orang Meninggal Dunia

Bekasi – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan proses evakuasi tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, dilakukan secepat mungkin dengan tetap mengutamakan keselamatan korban.

Dudy mengatakan Kementerian Perhubungan menyampaikan keprihatinan atas musibah tersebut dan terus memantau penanganan di lapangan. Ia juga turun langsung untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar.

“Kemenhub memastikan evakuasi dilakukan secara cepat dengan mengutamakan keselamatan korban terdampak,” kata Dudy dalam keterangannya di Jakarta, Selasa dini hari (28/4/2026), dikutip dari Antara.

Ia menambahkan, pendataan jumlah korban masih berlangsung seiring evakuasi di lokasi kejadian. Kemenhub juga terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar penanganan berjalan optimal.

“Selain itu, Kemenhub juga mendukung langkah-langkah investigasi dari KNKT dan pihak terkait guna mendalami penyebab insiden tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menyatakan keprihatinan atas kecelakaan yang melibatkan KRL dan Kereta Api Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026. Dalam pernyataan resminya, Kemenhub menyebut Dudy Purwagandhi berada di lokasi untuk memastikan evakuasi berlangsung lancar.

“Saat ini, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi tengah berada di lokasi untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar,” demikian pernyataan resmi Kemenhub, Selasa dini hari.

Kemenhub menegaskan koordinasi dengan seluruh pihak terus dilakukan secara intensif. Proses evakuasi dijalankan bersamaan dengan pendataan korban, sementara investigasi penyebab insiden didukung penuh bersama KNKT.

“Pendataan jumlah korban masih terus dilakukan,” bunyi keterangan itu.

Di sisi lain, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyebut jumlah korban meninggal dunia dalam insiden itu bertambah menjadi lima orang. Selain itu, masih ada tiga korban yang terjepit.

“Update dari korban pada saat ini meninggal dunia itu 5. Kemudian yang masih terperangkap itu sekitar 3,” kata Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).

Bobby menambahkan, sebanyak 79 korban telah dievakuasi dan menjalani observasi di sembilan rumah sakit.

“Dan yang sudah observasi di rumah sakit itu berjumlah 79. Rumah sakitnya ada sembilan RS,” ujarnya.

Ia juga mengatakan KAI telah menyiapkan posko tanggap darurat di Stasiun Bekasi. Bobby memastikan jalur hilir di Stasiun Bekasi Timur kembali bisa digunakan setelah proses evakuasi kendaraan yang tertemper selesai.

“Per jam 01.24 track kita di jalur hilir itu sudah beroperasi, setelah kita tadi follow up mengevakuasi mobil taksi tadi beserta rekan KRL yang tertemper taksi itu,” kata Bobby.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.