Nofi Candra Ajak Pemuda Koto Baru Perangi Narkoba

Ilustrasi Narkoba
Ilustrasi Narkoba. Foto : Internet

Peredaran gelap dan tindak penyalahgunaan narkoba di Indonesia sudah masuk tahap sangat menghawatirkan. Kondisi ini dikhawatirkan akan menjadi pemicu terjadinya disintegrasi bangsa.

Pasalnya, para generasi muda lebih cenderung mengkonsumsi narkoba ketimbang berfikir positif untuk kemajuan bangsa.

Hal ini diungkapkan oleh Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sumatera Barat, Nofi Candra saat berdiskusi dengan organisasi pemuda yang tergabung dalam Ikatan Pemuda koto Baru Solok (Ipekos) di Nagari Koto Baru, Senin (7/8/2017).

Menurut Nofi, saat ini para pengedar Narkoba menjadikan generasi muda sebagai sasaran empuk untuk memasarkan barang haram ini. Tak hanya sebagai pemakai saja, bahkan banyak generasi muda dijadikan sebagai pengedar narkoba.

“Kondisi ini tak hanya terjadi di kota-kota saja, kita sadari, peredaran narkoba telah menyasar hingga ke pelosok kampung,” ujar Nofi.

Menurutmantan ketua KNPI Kota Solok ini, memutus mata rantai peredaran narkoba tak hanya menjadi tugas pemerintah dan aparat penegak hukum semata. Namun dibutuhkan campur tangan semua element yang ada di tengah masyarakat.

“Kita jangan lagi menutup mata terhadap persoalan narkoba ini, karena tanpa kita sadari mungkin saja sasarannya adalah anggota keluarga kita. Sudah banyak korban berjatuhan karena narkoba, tak hanya terancam pidana, namun juga mengancam nyawa,” sebut Nofi.

Guna mengatasi persoalan ini, menurut Nofi, dibutuhkan generasi muda yang tangguh yang mampu membentengi diri dengan memperbanyak kegiatan positif ditengah masyarakat.

Lanjutnya, sebagai agen perubahan dan agen pembaharu, pemuda mermiliki potensi besar dalam memutus mata rantai peredaran narkoba ini.

“Pemuda memiliki peran penting dalam mensosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba dikalangan generasi muda itu sendiri. Jangan biarkan masa depan hancur karena narkoba,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Ipekos, Jasnil Khaidir mengapresiasi kepedulian yang diberikan terhadap generasi muda yang ada di daerah itu.

Menurutnya, kebanyakan para wakil rakyat turun hanya ketika menjelang pemilu saja, setelah terpilih, mereka malah tidur nyeyak di kursi empunya dan tidak peduli dengan kondisi masyarakat.

Sedangkan terhadap kondisi itu, pihaknya tidak menampik kalau saat ini generasi muda yang ada di daerah itu banyak yang kecanduan narkoba.

Sebagai organisasi pemuda, pihaknya bahkan telah berkali-kali mengingatkan dan mensosialisasikan bahaya narkoba ini di kalangan generasi muda, namun tetap saja kondisinya semakin menjadi-jadi.

“Peran orang tua dan ninik mamak di nagari ini sangat dibutuhkan dalam memperhatikan dan mengawasi anak kemenakannya. Sudah sepatutnya orang tua dan ninik mamak curiga dengan perilaku anak kemenakannya yang dinilai ganjil,” pungkas Jasnil.

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...