EkonomiKota Padang

Padang Tingkatkan Keterampilan Pengelolaan Hutan, Atasi Pengangguran

748
×

Padang Tingkatkan Keterampilan Pengelolaan Hutan, Atasi Pengangguran

Sebarkan artikel ini

Padang – Pelatihan intensif mengenai agroforestri baru-baru ini diselenggarakan dengan tujuan utama meningkatkan kompetensi masyarakat lokal dalam pengelolaan hutan lestari serta memfasilitasi penyerapan tenaga kerja di sektor kehutanan.

Inisiatif strategis ini menarik perhatian dan mendapatkan apresiasi positif dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Padang.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, memandang pelatihan ini sebagai kesempatan emas untuk mengatasi isu pengangguran yang masih menjadi tantangan di Kota Padang melalui pemanfaatan sektor kehutanan yang optimal.

“Ini adalah bentuk konkret upaya pemberdayaan masyarakat, sekaligus solusi potensial dalam menekan angka pengangguran di Kota Padang,” kata Maigus pada hari Jumat, 11 Juli 2025.

Dia menambahkan potensi sumber daya hutan di Padang dapat dieksplorasi secara produktif dan berkelanjutan melalui program pelatihan semacam ini.

Pemko Padang juga berkomitmen untuk menindaklanjuti program ini melalui kemitraan dengan Balai Latihan Kerja (BLK) di bawah Kementerian Ketenagakerjaan serta melibatkan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Yassierli, menjelaskan pelatihan ini merupakan bagian integral dari agenda nasional untuk meningkatkan keterampilan angkatan kerja yang disesuaikan dengan konteks dan karakteristik lokal.

“Kita ingin masyarakat sekitar kawasan hutan memiliki keterampilan agroforestri yang baik, sehingga dapat berkontribusi terhadap ekonomi keluarga tanpa merusak hutan,” ujar Yassierli saat menghadiri acara tersebut.

Selain itu Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, juga menyambut baik inisiatif ini dan mengungkapkan harapannya agar program serupa dapat direplikasi serta diperluas ke berbagai wilayah di Indonesia.

Mahyeldi menilai bahwa konsep agroforestri menawarkan solusi yang menguntungkan, baik untuk pelestarian ekosistem maupun peningkatan taraf hidup masyarakat.

“Kami mendukung penuh program ini dan berharap ke depan, Sumatera Barat menjadi pionir dalam pengelolaan hutan berbasis masyarakat yang berkelanjutan,” ujar Mahyeldi.

Pelatihan ini melibatkan berbagai partisipan, termasuk petani, penduduk yang tinggal di sekitar kawasan hutan, serta perwakilan dari lembaga pelatihan kerja dan instansi terkait.

Dengan penekanan pada peningkatan kompetensi agroforestri, diharapkan para peserta akan menjadi agen utama dalam pengelolaan hutan yang produktif dan bertanggung jawab.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.