Kota PariamanPeristiwa

Pedagang Ancam Petugas dengan Parang, Tolak Radar Tsunami

594
×

Pedagang Ancam Petugas dengan Parang, Tolak Radar Tsunami

Sebarkan artikel ini
bawa-golok-tolak-radar-tsunami,-pedagang-di-pariaman-dilaporkan-ke-kepolisian
Bawa Golok Tolak Radar Tsunami, Pedagang di Pariaman Dilaporkan ke Kepolisian

Pariaman – Seorang pedagang di Kota Pariaman dilaporkan ke polisi atas dugaan pengancaman terkait penolakan pembangunan radar tsunami.

Peristiwa ini terjadi di Pantai Anas Malik, Kecamatan Pariaman Tengah.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pariaman, Alfian, melaporkan kejadian ini ke Polres Pariaman pada Selasa (15/7/2025).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pariaman, Iptu Rio Ramadhani, membenarkan penerimaan laporan tersebut.

“Laporan yang kami terima berkaitan dengan dugaan pengancaman menggunakan senjata tajam oleh warga berinisial AN,” kata Rio, Rabu (16/7/2025).

Polisi telah menerbitkan surat pemanggilan terhadap terlapor yang berprofesi sebagai pedagang di Pantai Anas Malik.

“Kami masih dalam tahap penyelidikan awal. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan setelah proses pemeriksaan berjalan,” ujar Rio.

Alfian menjelaskan, pengancaman terjadi saat tim gabungan melakukan sterilisasi area proyek radar tsunami.

“Yang bersangkutan membawa parang dan sempat menghalangi petugas saat sterilisasi dilakukan. Ini mengancam keselamatan tim di lapangan,” jelas Alfian.

Menurutnya, tindakan tersebut bukan sekadar penolakan biasa, melainkan membahayakan petugas yang menjalankan tugas negara.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan wali kota terkait laporan ini.

Sebelumnya, video seorang pedagang wanita membawa golok dan memaki-maki petugas saat menolak pembangunan radar tsunami di pantai itu sempat viral pada Senin (14/7).

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.