Pemerintah Bakal Fokus Membenahi Sektor Pariwisata

Penampakan bus pariwisata milik Pemerintah Kota Padang ditujukan untuk para wisatawan mengelilingi Kota Padang secara gratis di Menara Lapau Panjang Campago, Padang, Selasa 1 Mei 2018. Foto : Andesma Chandra
Penampakan bus pariwisata milik Pemerintah Kota Padang ditujukan untuk para wisatawan mengelilingi Kota Padang secara gratis di Menara Lapau Panjang Campago, Padang, Selasa 1 Mei 2018. Foto : Andesma Chandra
Penampakan bus pariwisata milik Pemerintah Kota Padang ditujukan untuk para wisatawan mengelilingi Kota Padang secara gratis di Menara Lapau Panjang Campago, Padang, Selasa 1 Mei 2018. Foto : Andesma Chandra
Penampakan bus pariwisata milik Pemerintah Kota Padang ditujukan untuk para wisatawan mengelilingi Kota Padang secara gratis di Menara Lapau Panjang Campago, Padang, Selasa 1 Mei 2018. Foto : Andesma Chandra

PADANG, KABARSUMBAR–Selain sektor ekonomi, pariwisata merupakan salah satu unsur untuk menekan defisit neraca perdagangan. Sehingga sangat diharapkan pertumbuhan wisatawan ke Indonesia terus bertambah.

“Tentu harapan kami di Bank Indonesia yang mengelola cadangan devisa, jumlah turis yang masuk bisa jauh lebih banyak dibandingkan warga Indonesia yang ke luar negeri,” kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara, pada acara Regional Investment Forum, di Hotel Grand Inna Padang, beberapa waktu lalu.

Ia menerangkan, akan tinggi devisa diterima negara dari jumlah wisatawan yang berkunjung. Pasalnya, devisa Indonesia dari sektor pariwisata di 2016 sebesar 11,3 miliar dollar AS, dengan jumlah wisatawan yang berkunjung sebanyak 12 juta jiwa. Sementara berdasarkan catatan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), di 2013 tercatat mencapai 602 juta dollar AS atau berkontribusi sebesar 1,45 persen dari total investasi nasional.

Kemudian pada semester I 2017 mencapai 929 juta dollar AS atau 3,67 persen dari total investasi nasional. Sampai 2019 pemerintah menargetkan jumlah wisatawan mancanegara mencapai 20 juta orang per tahun, serta wisatawan domestik berjumlah 275 juta orang. Bahkan pemerintah menargetkan jumlah devisa yang dihasilkan mencapai Rp 260 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai sektor pariwisata bisa menjadi mesin devisa yang menutup lubang di neraca pembayaran Indonesia. Hal ini berkaca dari data Badan Pusat Statistik (BPS), kinerja perdagangan di Mei 2018 tercatat defisit USD1,52 miliar. Meski menurun dari bulan sebelumnya yang sebesar USD1,62 milar, angka tersebut dipandang masih tinggi dan perlu ditekan sedemikian rupa.

Ia mengimbau bagi para wisatawan dalam negeri yang selama ini sering berpergian ke luar negeri, agar mengubah destinasi wisata ke dalam negeri.

“Pariwisata bisa dijadikan penyeimbang. Kami juga mengimbau masyarakat Indonesia yang banyak melakukan perjalanan ke luar negeri, mungkin destinasi pariwisatanya bisa di dalam negeri saja supaya ini membantu,” kata Sri Mulyani, di Kemenkeu, Jakarta Pusat, Senin (25/6).