Bukittinggi – Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi membuka peluang investasi untuk pembenahan dan pengelolaan Banto Trade Center (BTC).
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mempersilakan investor untuk masuk.
Langkah ini diambil seiring berakhirnya Hak Guna Bangunan (HGB) yang dipegang PT. Citicon Mitra Bukittinggi pada Maret 2026.
“Silahkan saja (investor masuk),” tegas Ramlan, Rabu (7/1/2026).
Pemko Bukittinggi berencana menata ulang kawasan BTC secara komprehensif.
“Intinya kerjasama dengan Citicon tidak lagi diperpanjang. Februari ini kita pagar semua,” imbuhnya.
Ramlan menjelaskan, peluang investasi ini terbuka lebar bagi siapa saja yang berminat. Pemko akan menawarkan sistem bagi hasil.
“Kita buka peluang sebesar besarnya untuk investor untuk benahi BTC ini. Kita hitung dengan KPKNL, kita tawarkan sistem bagi hasil nanti,” jelas Ramlan.
Investor yang tertarik dapat langsung menghubungi Pemko Bukittinggi.
“Kita pihak ketigakan sesuai aturannya,” kata Wali Kota.
BTC berdiri di atas lahan seluas 7484 m².
Selain itu, Ramlan menyoroti keberadaan pedagang sayuran di sekitar BTC. Mereka diminta untuk pindah setelah Februari.
“Untuk pedagang sayuran di sini, kita sudah sampaikan, silahkan berjualan sampai akhir Februari. Setelah itu silahkan pindah,” ujarnya.
Setelah Februari, area tersebut akan dipagar sementara.
“Barang negara ini akan dipagar sementara. Kita harus selamatkan ini,” tegasnya.
Ramlan juga menekankan pentingnya penegakan hukum di kawasan tersebut.
“Ada pungutan di sini juga harusnya tidak ada, tidak boleh. Negara ini negara hukum. Jangan ada kepentingan tertentu di sini,” pungkasnya.






