Padang Panjang – Pemerintah Kota Padang Panjang mendistribusikan 1.170 kupon daging kurban kepada masyarakat pada momentum Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026).
Prioritas penyaluran ditujukan bagi warga terdampak bencana serta masyarakat di sekitar lokasi penyembelihan.
Sebanyak tiga ekor sapi disembelih di halaman Rumah Dinas Wali Kota usai pelaksanaan Salat Iduladha.
Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara relawan pemerintah kota dan warga setempat dalam proses penyembelihan hingga pembagian daging.
Hewan kurban tersebut merupakan amanah dari berbagai donatur, di antaranya Keluarga Besar Bustanul Arifin, Toko Emas Murni, Wali Kota Bandar Lampung, Bupati Lebak, serta Keluarga Dino Kusuma.
Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, menegaskan bahwa Iduladha menjadi momentum strategis untuk memperkuat kepedulian sosial.
Menurutnya, ibadah kurban tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga berfungsi sebagai perekat solidaritas antarwarga.
“Tahun ini sebanyak 1.170 kupon kami distribusikan kepada masyarakat, terutama warga terdampak bencana. Bahkan di akhir kegiatan, sisa daging yang ada tetap diberikan kepada warga yang hadir meskipun tidak memegang kupon,” ujar Hendri.
Ia berharap budaya gotong royong ini terus terjaga dan berkembang setiap tahunnya melalui partisipasi masyarakat yang lebih luas.
Hendri mendoakan agar kontribusi para donatur menjadi amal ibadah yang membawa keberkahan bagi seluruh pihak.
Warga menyambut positif inisiatif tersebut. Trisnia, salah seorang warga Pasar Baru, mengaku sangat terbantu dengan pembagian daging kurban ini dan berharap program serupa terus berlanjut.
Hal senada disampaikan Dewi, warga Guguk Malintang.
Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan para donatur atas kepedulian yang diberikan.
“Kami sangat senang. Daging yang didapat nantinya akan dimasak dan dibagikan lagi ke warga sekitar,” tuturnya.
Kegiatan yang berlangsung tertib dan lancar ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Allex Saputra, Ketua Komisi III DPRD Mahdelmi, Penjabat Sekretaris Daerah Wita Desi Susanti, serta jajaran kepala OPD, camat, dan lurah setempat.






