Penanganan Stunting Diwilayah BPNT

Mensos Idrus Marham pimpin rapat terkait penanganan stunting, Jumat (18/5/2018). Photo : Ria.
Mensos Idrus Marham pimpin rapat terkait penanganan stunting, Jumat (18/5/2018). Photo : Ria.
Mensos Idrus Marham pimpin rapat terkait penanganan stunting, Jumat (18/5/2018). Photo : Ria.
Mensos Idrus Marham pimpin rapat terkait penanganan stunting, Jumat (18/5/2018). Photo : Ria.

Memantau penyaluran dan percepatan bansos Progam Keluarga Harapan (PKH) dan bansos, jajaran Kementerian Sosial rapat bersama Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham, didampingi Dirjen PFM Andi Za Dulung serta para Direktur Utama Himbara di lantai 2, Jumat pagi (18/5/2018).

Pembahasan tentang penanganan stunting menjadi prioritas di wilayah penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Terkait hal ini, total pembelanjaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) hingga April 2018 mencapai Rp500.488.000, untuk meningkatkan penyaluran BPNT akan lebih kepada penanganan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi stunting). Dari kuota KPM 6.189.851, sebanyak 69,78% atau sekitar 4.319.002 KPM prioritas stunting penerima BPNT 2018.

Berdasarkan hasil rapat, terkuak Bansos Rastra yang diberikan kepada 5.417.265 KPM di 297 kabupaten atau kota telah mencapai 616.865.950 kg atau 95.15 persen penyalurannya dari pagu beras 645,210,890 Kg per 17 Mei 2018 dengan jumlah beras 10/KPM/bulan.

Wilayah I penyaluran bansos rastra telah mencapai 96,8 persen atau sebesar 211,361,620 Kg, yakni Jakarta dan Jawa Barat.
Wilayah II penyaluran bansos telah mencapai 94,11 persen atau sebesar 205,671,510 Kg, yakni Banten, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, Bali dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Wilayah III penyaluran bansos rastra telah mencapai 95,61% atau sebanyak 199,832,000 Kg, meliputi Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

Kementerian Sosial berkerjasama dengan Microsave Indonesia selaku Mitra Kerja Bill and Melinda Gates Foundation untuk mendukung program inklusi keuangan, di 2017.

Berdasarkan hasil assessment dilakukan MicroSave Indonesia terhadap subsidi pemerintah, menggunakan sampel sebanyak 2,355 jiwa, 585 jiwa merupakan agen Ewarong dan 1790 orang adalah KPM.

Tingkat kebahagian berdasarkan survei yang dilaksanakan pada 13 provinsi dan 43 kota serta dua pulau, KPM merasa puas dengan BPNT dengan alasan kualitas pangan yang lebih baik. Selain itu mudah melakukan transaksi serta dekatnya Ewarong dengan rumah tempat tinggal.

[Niken Ayu Indrawati]