Pengangguran di Jabar Bertambah dalam Setahun, Kini Capai 2,53 Juta

Bandung – Angka pengangguran terbuka di Jawa Barat kini mencapai 2,53 juta jiwa.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka tersebut bertambah 0,60 juta atau 600 ribu orang dalam satu tahun, atau dalam periode Agustus 2019-Agustus 2020.

Secara umum, BPS menyebut angka penduduk usia kerja di Jabar mencapai 37,51 juta orang atau bertambah sekitar 0,59 juta orang dibandingkan satu tahun sebelumnya.

Dari angka tersebut 21,68 juta orang bekerja. Rinciannya 14,82 juta orang pekerja penuh waktu, 4,62 juta orang bekerja paruh waktu atau bekerja kurang dari 35 jam, tetapi tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan lain.

Kemudian 2,24 juta orang merupakan setengah penganggur atau orang yang bekerja kurang dari 35 jam seminggu, dan masih mencari atau menerima pekerjaan tambahan. Menariknya, jumlah pekerja penuh waktu di Jabar berkurang 2,38 juta orang, 0,98 juta menjadi pekerja paruh waktu dan 1,02 juta orang menjadi setengah penganggur.

Sementara itu, untuk tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jabar lebih banyak terjadi di perkotaan dengan 11,07% dan pedesaan 8,47%. “Dibandingkan dengan setahun yang lalu, TPT (tingkat pengangguran terbuka) perkotaan mengalami kenaikan 2,98 persen poin,” tulis BPS.

Secara mengejutkan, TPT tertinggi berasal dari sekolah menengah kejuruan (SMK) dengan persentase 18,75 persen. Rinciannya SD ke bawah (5,68%), SMP (10,70%), SMA (13.73%), Diploma I/II/III (9,85%) dan universitas (10,19%).

“TPT terendah sebesar 5,68% pada penduduk berpendidikan SD ke bawah, sementara TPT tertinggi sebesar 18,75% pada jenjang pendidikan SMK,” lapor BPS.

Untuk wilayah, TPT menurut kabupaten/kota pada Agustus 2020 tercatat di Kabupaten Bogor dengan 14,29 persen dan TPT terendah di Kabupaten Pangandaran sebesar 5,08%.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat Taufik Garsadi mengatakan, dari data yang dihimpun hingga 20 Oktober 2020, setidaknya ada 1.983 perusahaan yang terdampak sejak Februari 2020. Dari total ini jumlah pekerja yang ikut merasakan dampaknya mencapai 111.985 orang.

“Ini baru data terakhir saja. Tapi masih banyak perusahaan yang belum melaporkan atau masih dalam proses pelaporan,” ujar Taufik, belum lama ini.‏

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...