Nasional

Pengawasan Lemah, Rahmat Saleh Jelaskan Soal Desakan Mundur Menhut

332
×

Pengawasan Lemah, Rahmat Saleh Jelaskan Soal Desakan Mundur Menhut

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Desakan agar Menteri Kehutanan (Menhut) mengundurkan diri menguat dari anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, menyusul penanganan pascabencana banjir di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat yang dinilai lemah.

Rahmat secara khusus menyoroti sektor kehutanan dan kinerja Satgas Penyelamatan Kawasan Hutan (PKH) yang tidak efektif.

Rahmat menyampaikan kekecewaannya usai rapat Komisi IV dengan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terkait kebijakan pascabencana.

Menurutnya, penjelasan Kemenhut tidak menjawab persoalan mendasar di lapangan.

“Banjir belum reda sepenuhnya, tapi kayu gelondongan besar masih hanyut di depan mata warga yang sedang susah,” ujarnya dalam dialog daring di Kompas TV, Jumat (5/12/2025).

Rahmat menyoroti aktivitas pembalakan liar yang terus berlangsung meski kondisi darurat masih berlaku.

Rahmat menilai, praktik ini menjadi bukti lemahnya pengawasan pemerintah.

“Kayu gelondongan segar masih diangkut truk. Ini bukti Menteri Kehutanan tidak berdaya di tengah bencana, terutama dalam kewenangannya pascabencana,” tegasnya.

Rahmat menegaskan, persoalan ini terkait erat dengan perusahaan yang memanfaatkan kawasan hutan di luar Hak Guna Usaha (HGU).

Ia menyinggung temuan Satgas PKH, termasuk penyitaan lahan bermasalah seluas 47 ribu hektare di Padang Lawas dan 3.040 hektare di Agam.

Menurutnya, perusahaan-perusahaan ini menikmati keuntungan dari hutan, sementara masyarakat menanggung akibatnya saat bencana terjadi.

“Selama ini mereka menikmati, tapi saat banjir, rakyat menderita dan pemerintah menanggung beban. Pihak yang mengambil keuntungan dari hutan tidak berkontribusi pada pemulihan,” ujarnya.

Rahmat menyimpulkan, Menteri Kehutanan telah kehilangan kendali dalam penegakan kebijakan dan pengawasan sektor kehutanan. Desakan pengunduran diri dinilai sebagai konsekuensi dari kegagalan menjalankan kewenangan dasar.

Rahmat menekankan bahwa banjir bukan semata-mata soal curah hujan, tetapi juga akibat kerusakan alam, terutama hutan yang tidak ditangani. “Kerusakan ini nyata. Jika tidak ditindak, bencana akan terus berulang,” tegasnya.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.