Perantau Minang Salurkan Bantuan Buat Gito di Pessel

PESISIR SELATAN, KABAR SUMBAR-Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kabupaten Jayawijaya dan Provinsi Papua mengirimkan santunan untuk biaya perobatan Algito Nanda Windra atau Gito. Bocah berusia lima tahun ini mengidap suatu sakit yang belum terdiagnosa dalam tiga tahun terakhir.

Bocah dari pasangan suami istri (Pasutri), Uwin, 49 dan Al Asrita, tinggal di Taratak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat (Sumbar) terkendala biaya perobatan putera mereka. Santunan pun mengalir, itu berasal dari IKM Kabupaten Jayawijaya dan Provinsi Papua.

Santunan tersebut langsung diserahkan ke keluarga Gito, melalui tokoh pemuda, Debi Virnando. Penggalangan dana selama tiga hari itu mencapai Rp20.512.000.

“Bantuan ini digalang selama tiga hari. Alhamdulillah, DPD IKM Kabupaten Jayawijaya bisa mengumpulkan dana Rp 19.012.000, dan IKM Provinsi Papua Rp 1.500.000. Total seluruhnya Rp 20.512.000,” kata Sekretaris Umum DPD IKM Jayawijaya, Nofri Zendra via telepon.

Santunan untuk kesembuhan Gito, dipercayakan ke Debi untuk diserahkan ke keluarga dan Kamis (22/2/2019) telah diserahkan. “Kami berharap akan kesembuhannya dan segera mendapat perawatan medis. Ia harus sembuh dan dapat berkembang bersama dengan teman sebayanya,” ungkap Nofri.

Nofri menambahkan, apa yang telah dihimpun para dunsanak di Papua dapat mengurangi beban Gito. “Kita sudah serahkan ke Debi, karena Debi bagus komunikasinya apalagi kepada kita saudara-saudara yang berasal dari Ranah Minang, dan kepedulian itu langsung tersambungkan,” terang Nofri.

Sementara itu, Debi Virnando mengatakan, bantuan langsung diterima Uwin 49, dan Al Asrita, 41), orangtua kandung Gito. Keluarga Gito sangat terharu, begitu banyak para dermawan yang memperhatikan kondisi Gito, karena yang selama ini terkendala biaya akhirnya sedikit mulai terbantukan.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi Gito, dan melakukan inisiatif untuk menggalang dan alhamdulillah terkoordinasi dengan IKM Kabupaten Jayawijaya,” ungkap Debi, saat mengantar dan menyerahkan bantuan.

Debi berharap, mudah-mudahanan ini dapat memantik rasa simpati dari pihak lain baik di rantau maupun di kampung halaman.

Orangtua Gito sangat berterimakasih atas kepedulian dari rantau. “Dengan rendah hati kami menerima dan mendoakan para dunsanak kami yang ada di sana dicurahkan rezki yang banyak,” ucap Asrita.

Ia mengaku, tidak memilikki biaya untuk perobatan Gito. Selain itu, Asrita terserang kanker otak yang belum lama pasca operasi. Saat ini orangtua Gito fokus untuk kesembuhan putera mereka.

“Kami selalu fokus untuk pengobatan Gito, tapi karena butuh biaya yang banyak. Kami kesulitan untuk membawanya,” jelas Asrita.

[Putri Caprita]

Loading...

DomaiNesia

BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...