PIOMFest 2017 Hadirkan Musik Etnik Empat Negara

Lokasi gelaran Padang Indian Ocean Music Festival (PIOMFest) 2017 di Jembatan Siti Nurbaya, Kota padang pada 8 hingga 10 Desember 2017
Lokasi gelaran Padang Indian Ocean Music Festival (PIOMFest) 2017 di Jembatan Siti Nurbaya, Kota padang pada 8 hingga 10 Desember 2017. Foto : Dwikaliner.wordpress.com
Lokasi gelaran Padang Indian Ocean Music Festival (PIOMFest) 2017 di Jembatan Siti Nurbaya, Kota padang pada 8 hingga 10 Desember 2017
Lokasi gelaran Padang Indian Ocean Music Festival (PIOMFest) 2017 di Jembatan Siti Nurbaya, Kota padang pada 8 hingga 10 Desember 2017. Foto : dwikaliner.wordpress.com

Kota Padang kembali menghelat event berskala internasional Padang Indian Ocean Music Festival (PIOMFest) 2017. Kegiatan itu akan digelar di Jembatan Siti Nurbaya, Kota padang pada 8 hingga 10 Desember 2017, mendatang.

PIOMFest 2017 merupakan gelaran musik yang menghadirkan empat negara peserta diantaranya, India, Jepang, Singapura, dan Indonesia. Keempat negara akan memainkan musik etnik khas negara masing-masing didepan warga Padang.

PIOMFest 2017 erat kaitannya dengan organisasi Indian Ocean Rim Association (IORA), negara-negara yang berada di sepanjang Samudera Hindia. Salah satu tujuan IORA itu sendiri adalah untuk mengembangkan kerjasama kebudayaan.

“Tujuan diselenggarakannya PIOMFest 2017 salah satunya untuk mengkonkritkan Padang sebagai Gateway of IORA,” kata Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah.

Selain itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang, Medi Iswandi menyebutkan, jika pengembangan kerjasama budaya masing-masing negara IORA salah satunya melalui PIOMFest 2017.

“Kota Padang adalah salahsatu titik penting dari 21 negara yang bersentuhan dengan Samudra Hindia, ditambah lagi dengan enam negara mitra, seperti Jepang, Cina, Perancis, dan lain-lain. Jaringan itu disebut IORA. Kota Padang pernah menjadi tempat pertemuan IORA. Salah satu tujuan dari IORA adalah untuk mengembangkan kerja sama kebudayaan. Rencana kerja sama ini antara lain kita mulai dengan membuat festival ini,” jelas Medi.

Medi berharap, nantinya secara bertahap, seluruh negara yang tergabung dalam IORA dan negara mitranya dapat tampil di setiap panggung PIOMFest. Sehingga mampu mengenalkan ragam musik etnik khas negara masing-masing.

“Selain dapat menyatukan dan mempererat kerjasama seluruh negara yang tergabung dalam IORA, tentu juga akan menambah daya tarik wisata,” kata Medi.

Dijelaskan Medi, pada hari pertama, Jumat (8/12/2017), pertunjukan musik etnik ini dimulai pukul 20.00 hingga 22.30 WIB. Sedangkan, Sabtu dan Minggu (9/10/12) digelar mulai pukul 15.30 hingga 22.30 WIB.

“Pertunjukkan ini dapat dinikmati pengujung tanpa dipungut biaya,” sebut Medi.

Dalam mengikuti PIOMFest 2017 ini, India menyiapkan dua pemusiknya. Yakni Nikhil Patwardhan dan Partha Mukherjee. Jepang menampilkan Seiki Onizuka.
Singapura memboyong cukup banyak pemusik, yakni Ms Tan Su-Hui, Sophy, Ms Tan Su-Min, Clara, dan Mr Ng Chee Yao.

Sedangkan Indonesia menampilkan sejumlah grup musik seperti Arastra (Bengkulu), Talago Buni (Sumbar), Riau Rhytm Chambers (Pekanbaru), Taufik Adam (Jakarta), De Tradisi (Medan), Gazal Himpunan Keluarga Muhadan (Padang), Balega (Padangpanjang), Sanggar Seni Dayung Dayung (INS Kayu Tanam), serta Komunitas Seni Nan Tumpah (Padang).

Seluruh pemusik akan tampil di panggung terbuka POIMFest 2017 dan menghibur penikmat musik. “PIOMFest ini akan menjadi agenda tahunan di Kota Padang,” pungkas Medi.