Padang – Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, menegaskan potensi lahan tanam sangat besar, mencapai 8,3 juta hektare.
Hal ini menjadikan Sumatera Barat tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan lokal, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan provinsi lain.
Dalam kegiatan penanaman jagung serentak kuartal III yang berlangsung di lahan Perhutanan Sosial, Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Irjen Gatot menyatakan, Polda Sumbar akan memberikan bantuan berupa pupuk dan bibit kepada masyarakat yang memiliki lahan.
Sementara bagi yang ingin membuka lahan baru, Polda akan memfasilitasi dengan alat berat.
“Dengan memaksimalkan potensi lahan untuk budidaya jagung, harapan pemerintah untuk mewujudkan kedaulatan pangan dapat tercapai,” ujarnya.
Dia mengajak masyarakat untuk mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Kabidhumas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menambahkan penanaman jagung ini merupakan komitmen Polri dalam mendukung program prioritas nasional.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memberdayakan lahan tidur dan menjaga stabilitas keamanan di Sumbar,” jelasnya.
Sementara itu AKBP Novianto Taryono, Kepala Bagian Pembinaan Karier Biro SDM Polda Sumbar, mengungkapkan bahwa pada kuartal III, 616 hektare lahan disiapkan untuk penanaman jagung, dengan 597 hektare sudah ditanami.
“Estimasi hasil panen mencapai 926 ton. Kami juga menargetkan perluasan lahan hingga 2.385 hektare pada 24 Juli mendatang,” ungkapnya.
Novianto menambahkan, upaya ketahanan pangan ini berdampak positif pada perekonomian masyarakat, dengan lahan terbesar berada di Kabupaten Agam.
Panen dijadwalkan berlangsung dalam empat bulan ke depan.
Senada, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, Ferdinal Aswin, menegaskan dukungan pemerintah daerah atas langkah Polda Sumbar dalam penyediaan lahan pangan, terutama untuk komoditas jagung.
“Kami apresiasi upaya Polri dalam mendukung swasembada pangan melalui budidaya jagung, mengingat ada sekitar 5.000 hektare lahan indikatif yang dapat dikembangkan,” tutupnya.






