PemerintahSumatera Barat

Propam Polda Sumbar Awasi Ketat Seleksi Bintara Polri 2026

107
×

Propam Polda Sumbar Awasi Ketat Seleksi Bintara Polri 2026

Sebarkan artikel ini

Padang – Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Sumatera Barat memperketat pengawasan pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT) seleksi penerimaan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026.

Ujian yang berlangsung di Gedung Microteaching Pendidikan Profesi Guru Universitas Negeri Padang, Rabu (20/5/2026), dipantau secara langsung guna menjamin objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas proses rekrutmen.

Pengawasan melibatkan tim gabungan dari internal Polri, yakni Itwasda dan Bid Propam, serta pengawas eksternal dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat.

Langkah kolaboratif ini diambil sebagai komitmen Polri dalam memastikan seluruh tahapan seleksi bersih dari segala bentuk kecurangan.

Kabid Propam Polda Sumbar, Kombes Pol Siswantoro, menegaskan bahwa integritas pada tahap CAT akademik merupakan prioritas utama.

Menurutnya, pengawasan menyeluruh oleh lintas instansi menjadi kunci untuk menjaga profesionalisme dalam menjaring calon anggota Polri yang berkualitas.

“Pengawasan dilakukan secara menyeluruh oleh tim internal maupun eksternal untuk memastikan proses seleksi berjalan bersih, transparan, dan profesional,” ujar Siswantoro.

Ketua Pelaksana Seleksi yang juga Karo SDM Polda Sumbar, Kombes Pol Anissullah M. Ridha, turut memimpin jalannya ujian di lokasi.

Pihaknya memastikan seluruh fasilitas pendukung telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) guna mengoptimalkan pelaksanaan tes berbasis teknologi tersebut.

Tercatat sebanyak 1.190 peserta terdaftar mengikuti seleksi, yang terdiri dari 955 pria dan 235 wanita. Dari total tersebut, sebanyak 1.173 peserta hadir mengikuti ujian yang terbagi dalam tiga sesi, sementara 17 orang lainnya dinyatakan absen.

Prosedur keamanan bagi peserta diterapkan secara ketat sebelum memasuki ruang ujian.

Setiap peserta wajib menjalani proses absensi, pengambilan nomor lot tempat duduk, hingga pemeriksaan badan menggunakan metal detector.

Selain itu, panitia melarang peserta membawa barang pribadi, termasuk telepon genggam dan jam tangan, ke dalam ruangan.

Setelah verifikasi, peserta mengerjakan soal selama 60 menit di laboratorium komputer. Sistem penilaian yang digunakan memungkinkan peserta melihat langsung perolehan nilai sesaat setelah ujian berakhir.

“Setelah hasil nilai tampil di layar monitor, peserta langsung menandatangani hasil nilai tersebut,” jelas Anissullah.

Polda Sumbar berkomitmen mengawal setiap tahapan seleksi hingga tuntas demi menjaga kepercayaan publik. Seluruh rangkaian kegiatan ujian pada hari tersebut dilaporkan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.