Ritual “Bakar Setan” Di Kota Padang

PADANG, KABAR SUMBAR – Masyarakat Tionghoa di Kota Padang menggelar ritual Sembahyang Tinggi dan bakar Tee Sue atau “Raja Setan” agar generasi yang ditinggalkan akan aman dari segala marabahaya dari arwah gentayangan.

Kepecayaan tersebut digelar setiap bulan Agustus tanggal 15 penanggalan Imlek oleh warga Tionghoa.

Rangkaian kegiatan Sembahyang ini digelar di halaman Klenteng See Hin Kiong yang lama, Jalan Klenteng, Kelurahan Kampung Pondok, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (15/8) malam.

Pada 2019 penyelenggaraan Sembahyang Tee Sue dan bakar “Raja Setan” itu jatuh pada hari Kamis 15 Agustus.

Sekitar pukul 23.00 WIB acara puncak sembahyang tinggi tersebut dilakukan. Beberapa orang petinggi di Klenteng melakukan sembahyang dulu di depan Tee Sue yang disekelilingnya sudah dipenuhi oleh makanan dan buah-buahan.

Kemudian ritual terakhir dalam kegiatan itu adalah membakar “Raja Setan”. Saat dibakar, ratusan masyarakat sudah berkumpul di sekitar tenda makanan tersebut untuk berebut mengambil makanan.

Mereka berusaha mengambil makanan sebanyak-banyaknya menggunakan alat apapun, mulai dari menyimpan di dalam baju, membawa kantong plastik, memanjat tenda, bahkan ada yang sampai membawa karung.

Wakil Ketua Klenteng See Hin Kiong, Syamsi Kosasi mengatakan, ritual ini merupakan tradisi dari etnis Tionghoa sejak ribuan tahun yang lalu dan digelar serentak di seluruh dunia, yakni menggunakan penanggalan Imlek bulan 7 tanggal 15 yang dipercaya bahwa hari itu adalah saat arwah–arwah para leluhur keluar mengunjungi keluarga.

“Sembahyang tinggi ini memang digelar untuk menghormati arwah para leluhur. Semua ritual yang dilakukan nanti akan diberikan kepada leluhur kami, dan “Raja Setan” ini nantinya yang memanggil arwah-arwah itu,” ujarnya.

Terkait berebut makanan yang disediakan, menurutnya juga untuk berbagi dengan masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi sehingga juga bisa menyicipi makanan tersebut.

“Semua orang yang datang diperbolehkan berebutan mengambil makanan yang ada,” tambahnya.

Loading...
DomaiNesia
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...