Sampaikan Aspirasi, Perwakilan Niniak Mamak Dua Daerah Minta Pelebaran Jalan

  • Bagikan
Foto : internet

Padang – Masyarakat Pesesir Salatan dan Solok Selatan mendapatkan kabar gembira, dimana keinginan warga kedua daerah tersebut untuk dilebarkan jalan penghubung Kambang – Muara Labuh, didukung penuh oleh Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi.

Mahyeldi menyampaikan dukungan tersebut, yang sudah ada rintisannya sejak ratusan tahun lalu tersebut (sejak tahun 1511) yang disampaikan dihadapan para niniak mamak dari kedua daerah yang hadir di Gurbenuran pada Senin, 22 Maret 2021 sore.

Ia menyampaikan, dengan adanya akses jalan tersebut, nantinya tidak saja akan berdampak positif bagi kedua daerah tapi juga bagi kabupaten kota lain.

“Kita lanjutkan rencana pelebaran jalan tersebut dan kita berupaya agendakan dengan kementerian lingkungan hidup. Kita akan surati menteri untuk secara bertahap kita komunikasikan. Akses ini penting. Kalau tak bisa jalan darat, buat jalan diatas. Yang penting kita satu suara, kompak didaerah dan jangan sampai ada tindakan- tindakan yang merugikan. Dengan niat yang baik, mudah-mudahan Allah SWT akan memberikan jalan keluar,” ucapnya yang di Aamiinkan oleh semua.

Ditambahnya lagi, ia juga mengatakan akan menyampaikan kepada perwakilan di DPRD Sumbar, DPR RI dan DPD agar bisa memberikan dukungan.

“Kita tentu akan sampaikan juga kepada wakil kita di DPRD, DPR RI dan DPD. Insyaallaah kalau terbuka akses itu akan menghidupkan ekonomi Pessel, dan Solsel. Jarak tempuh semakin dekat,” tambah Buya.

Di awal pertemuan, Jasman Rizal Dt. Bandaro Bendang, mengungkapkan bahwa sebelumnya forum ini sudah beberapa kali menyampaikan aspirasinya ke DPRD, DPD RI dan lain lain. Dengan munculnya aspirasi untuk pelebaran jalan, mengingat jalan tersebut sudah ada sejak lama sebagai perlintasan warga di kedua daerah.

“Jadi ada beberapa opsi, diantaranya pelebaran jalan, tidak buat jalan baru. termasuk juga terkait carbon trade di TNKS. Jika perlu melalui kompensasi program carbon trade ini bisa membantu pembangunan jalan itu, panjangnya cuma 4,5 km,” ungkap Jasman.

Hal senada juga disampaikan oleh tokoh masyarakat, Datuak Bandaro Hitam. Menurutnya, pembangunan ini sudah menjadi keinginan bersama dari kedua daerah.

“Harapan kami tentu jalan ini bisa terwujud. Sebab jalan ini sudah lama ada sejak dahulu kala ketika orang dari Sungai Pagu datang ke Banda Sapuluah. Hubungan kekerabatan kami sangat dekat, bahkan jika ingin mengangkat datuak di Banda Sapuluah, harus izin dulu dari Sungai Pagu,” katanya.

  • Bagikan