Padang – Fakultas Keperawatan Universitas Andalas melalui Program Kemitraan Masyarakat – Membantu Nagari Membangun (PKM-MNM) menggelar edukasi kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Bungus, Kota Padang. Kegiatan ini mengusung tema Peningkatan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe pada Ibu Hamil sebagai Upaya Pencegahan Anemia.
Data tahun 2022 menunjukkan prevalensi anemia ibu hamil di Indonesia masih tinggi, mencapai 27,7%. Padahal, hampir semua ibu hamil sudah memperoleh tablet Fe. Sayangnya, kepatuhan mengonsumsi tablet tersebut masih rendah akibat minim pengetahuan, stigma efek samping, serta kurangnya dukungan keluarga, khususnya dari suami.
Suami Jadi Pendamping Utama
Program pengabdian masyarakat ini tidak hanya fokus pada edukasi ibu hamil, tetapi juga melibatkan suami secara langsung. Ketua tim pengabdian, Dr. Vetty Priscilla, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., MPH, menekankan bahwa keberhasilan konsumsi tablet Fe sangat bergantung pada dukungan pasangan.
“Ibu membutuhkan dorongan dari suami sebagai orang terdekat. Karena itu, suami sengaja kami hadirkan sebagai pendamping. Alhamdulillah, lebih dari 80% suami ikut serta dari awal hingga akhir acara. Kehadiran mereka diharapkan membuat ibu lebih konsisten dalam minum tablet Fe,” jelasnya.
Selain edukasi, tim juga membagikan stiker pengingat yang dipasang di rumah ibu hamil dan buku monitoring kepatuhan. Dengan cara itu, suami bisa ikut mencatat sekaligus memastikan istrinya rutin mengonsumsi tablet Fe.
Ilmu Baru bagi Pasangan Suami-Istri
Peserta kegiatan mengaku mendapat banyak manfaat dari program ini. Salah satu peserta menyebut keterlibatan suami menjadi hal baru yang sangat membantu.
“Kalau istri lupa, suami bisa mengingatkan agar gizi terpenuhi. Semoga kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun,” ujarnya.
Kepala Puskesmas Bungus turut mengapresiasi langkah Fakultas Keperawatan Unand. Menurutnya, keterlibatan suami sebagai pendamping membuka harapan baru dalam meningkatkan kesehatan ibu hamil dan balita.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat, apalagi baru kali ini ada pengabdian masyarakat khusus ibu hamil dan balita di Bungus. Kami berharap ibu hamil semakin rajin memeriksakan kandungan minimal enam kali, sedangkan ibu balita konsisten membawa anak ke posyandu untuk imunisasi, timbang berat, dan vitamin. Semua ini bagian dari pencegahan stunting sekaligus persiapan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.
Ia menegaskan, perhatian suami akan memperkuat kepatuhan ibu menjaga asupan gizi. Dengan keterlibatan suami, risiko anemia bisa ditekan sehingga kesehatan ibu dan anak lebih terjamin.





