Kabupaten Tanah DatarPemerintah

Tanggap Darurat Usai, Tanah Datar Masuki Fase Pemulihan Bencana

390
×

Tanggap Darurat Usai, Tanah Datar Masuki Fase Pemulihan Bencana

Sebarkan artikel ini

Bupati Eka Putra menetapkan masa transisi darurat pemulihan pascabencana yang akan berlangsung hingga akhir Juli 2026.

Batusangkar – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar resmi mengakhiri masa tanggap darurat bencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah tersebut.

Bupati Eka Putra menetapkan masa transisi darurat pemulihan pascabencana yang akan berlangsung hingga akhir Juli 2026.

Keputusan ini diumumkan pada rapat evaluasi yang digelar di Gedung Indo Jolito, Batusangkar, Sabtu malam (27/12/2025).

“Mulai besok, 28 Desember, hingga akhir Juli 2026, kita memasuki masa transisi darurat pemulihan pascabencana,” tegas Eka Putra.

Langkah ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek dan kebutuhan masyarakat terdampak.

Selama masa tanggap darurat, pemerintah daerah bersama TNI, Polri, Basarnas, PMI, dan berbagai pihak lainnya telah berupaya maksimal memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Bupati Eka Putra menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, termasuk para donatur.

Ia juga memohon maaf jika terdapat kekurangan dalam koordinasi.

Fokus utama pada masa pemulihan ini adalah penyediaan hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap) bagi korban terdampak.

Dari 555 unit Huntara yang diusulkan, hanya 129 unit yang lolos verifikasi karena keterbatasan lahan yang disiapkan oleh nagari-nagari terdampak.

Saat ini, progres pembangunan Huntara baru mencapai 40 persen dan dimulai di Nagari Bungo Tanjung, Kecamatan Batipuh, yang selanjutnya akan bergeser ke Kecamatan Batipuh Selatan.

Untuk Huntap, pemerintah daerah memprioritaskan pembangunan bagi warga yang rumahnya hanyut, hancur, atau tertimbun material banjir bandang. Menurut data dari Perkim LH, terdapat 34 unit rumah yang mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang.

Terkait pengungsi, Bupati Eka Putra melaporkan bahwa sebagian besar telah kembali ke rumah keluarga atau rumah yang sudah dibersihkan. Kondisi ini menunjukkan bahwa situasi mulai berangsur membaik.

Ketua DPRD Tanah Datar, Anton Yondra, turut mengapresiasi kolaborasi semua pihak dalam penanganan pascabencana. Ia menyoroti sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, dan unsur lainnya dalam mengatasi dampak bencana.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD, dr. Ermon Reflin, menyampaikan bahwa jumlah pengungsi terus mengalami penurunan. Semula hampir mencapai 6.000 jiwa, kini tersisa 413 jiwa yang tersebar di dua kecamatan dan sebagian besar sudah mandiri.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.