Nasional

Tembus Wilayah Terisolasi di Tapteng, TNI Jalan Kaki Terobos 20 Titik Longsor

233
×

Tembus Wilayah Terisolasi di Tapteng, TNI Jalan Kaki Terobos 20 Titik Longsor

Sebarkan artikel ini
tembus-wilayah-terisolasi-di-tapteng,-tni-jalan-kaki-terobos-20-titik-longsor
Tembus Wilayah Terisolasi di Tapteng, TNI Jalan Kaki Terobos 20 Titik Longsor

Tapanuli Tengah – TNI terus berupaya menyalurkan bantuan kepada korban bencana alam di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara.

Sebanyak 40 personel dari Yonif 122/Tombak Sakti dan Yonif 125/Simbisa diterjunkan sejak Sabtu (6/12/2025) untuk membuka akses jalan dan menyalurkan logistik ke Dusun Lapan Lombu, Kelurahan Nauli, Kecamatan Sitahuis.

Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi, Kabidpenum Puspen TNI, mengatakan personel harus berjalan kaki sekitar tiga jam dari Desa Parsikaman melalui Aek Raisan dan Aek Mompang karena akses jalan tertutup kayu dan lumpur.

“Personel menempuh perjalanan sekitar tiga jam dari Desa Parsikaman melalui Aek Raisan dan Aek Mompang,” kata Agung, Selasa (9/12/2025).

Sepanjang rute, tim menemukan sedikitnya 20 titik longsor yang menghambat akses.

Setibanya di Kelurahan Nauli, personel TNI langsung mendata kondisi wilayah dan kebutuhan warga.

Meskipun listrik masih tersedia, masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih akibat terputusnya saluran air sekitar satu kilometer dari permukiman.

Data korban jiwa mencatat lima orang di Aek Mompang (tiga ditemukan, dua masih dicari) dan 13 orang di Desa Mardame (11 ditemukan, dua masih dicari). Tidak ada korban jiwa di Kecamatan Sitahuis dan Kelurahan Nauli.

Personel TNI dan masyarakat telah menyiapkan landing zone (LZ) helikopter untuk mendukung pengiriman logistik melalui udara.

LZ tersebut menjangkau Desa Naga Timbul (1.200 jiwa), Kelurahan Nauli (2.000 jiwa), dan Desa Mardame (1.100 jiwa).

Kebutuhan mendesak saat ini meliputi beras, mi instan, minyak goreng, genset, bahan bakar, perangkat Starlink, obat-obatan, dan pakaian layak pakai.

TNI telah menyusun rencana kegiatan, termasuk pengiriman logistik dengan helikopter Mi-17, pendirian dapur lapangan, perbaikan saluran air bersih, pengiriman logistik dengan berjalan kaki, serta pelayanan kesehatan.

“Seluruh upaya ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan mempercepat stabilisasi kondisi,” pungkas Agung.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.