Wali Nagari Balai Tangah, Ditantang Warga Injak Al-quran

TANAH DATAR, KABARSUMBAR – Polemik di pasar Balai Tangah, Kecamatan Lintau Buo Utara Kabupaten Tanah Datar memasuki babak baru. Sebelumnya, ketua pasar mendapatkan Surat Keputusan (SK) tunggal dari kepala daerah yang cukup janggal, hari ini terungkap jika dana penjualan aset pasar itu juga diduga dinikmati oleh Walinagari setempat.

Hal itu dijelaskan oleh pengurus pasar Balai Tangah periode sebelumnya Khairil, Senin (18/03) lalu, jika hasil penjualan aset pasar lama sebelum dibangun, ia dan salah seorang pengurus pernah  mengantarkan uang sebesar Rp 5 juta kepada walinagari Ashar.

“Itu kita serahkan langsung dikantornya, dan penjualan aset atas seiizin Walinagari Ashar,” ucap Khairil.

Khairil juga menjelaskan jika permasalahan pasar Balai Tangah jangan mencari kambing hitam siapa yang salah dan siapa yang benar. Dan katanya isu yang berkembang jika kepengurusan lama menilap uang penjualan aset, harus diluruskan oleh walinagari kepada masyarakat.

“Jangan berkilah jika tidak menikmati penjualan aset pasar serikat itu, saya tantang walinagari bersama-sama menginjak Al-quran kalau berkilah tidak pernah menerima,” sebut Khairil.

Sebagai pengurus periode sebelumnya, Khairil menyesali keputusan yang diambil dalam men-SK tinggalkan ketua pasar, sementara permasalahan pun hingga saat ini pasar tidak juga ditempati.

Ia mengakui jika, selama ini dimintai pertanggung jawaban hanya sebagai pribadi, tidak secara organisasi dan pengurus lama juga tidak pernah di ikut sertakan dalam pembentukan pengurus baru.

“Lucu, pengurus pasar di SK tunggalkan. Wewenang pengurus lain tidak mempunyai kekuatan sama jika terjadi kekeliruan oleh ketuanya. Berjiwa besar sajalah jika tidak mampu memberikan solusi, biar diambil alih dulu oleh dinas,” tuturnya.

Seharusnya kata Khairil dalam pembentukan kepengurusan seluruh pihak terkait diundang, yang lama dibubarkan dan membentuk yang baru. Jika diminta secara kepengurusan ia siap memberikan pertangung jawaban, asalkan semuanya sesuai prosedur. Bukan hanya menunjuk salah seorang yang menjadi ketua, tanpa kepengurusan.

Sementara itu Walinagari Balai Tangah Ashar ketika dikonfirmasikan melalui pesan whatsapp pribadinya, dan dikonfirmasikan melalui telpon tidak pernah menjawab pertanyaan yang diajukan kabarsumbar.

Hampir satu tahun pembangunan pasar rakyat Balai Tangah Kecamatan Lintau Buo Utara itu usai dibangun, namun hingga saat ini sebagian pedagang belum bisa menempati pasar yang dibangun dari dana APBN bernilai Rp 4,9 milyar itu.

Sementara, alasan pedagang yang belum menempati pasar itu belum diketahui apa sebabnya, sedangkan penyelesaian polemik kepengurusan dan dokumen hibah sudah diberikan ke nagari setempat untuk segera di selesaikan. (Ddy)

BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...