Yudhatul Hikmah Terserang Komplikasi Penyakit Gizi Buruk dan Suntikan Imunisasi Rubela

SIJUNJUNG, KABARSUMBAR – Sungguh malang nasib bocah Yudhatul Hikmah,8 tahun, murid kelas 2, SDN 1 Sumpurkudus, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Sejak empat bulan terakhir, ia terbaring sakit akibat dugaan terserang komplikasi penyakit gizi buruk dan dugaan akibat suntikan imunisasi Rubela. Benarkah?

Meski ia sempat dirawat di RSUD Sijunjung, namun anak pertama dari dua bersaudara buah hati Eki Yuhendra, 32 tahun dan Yuli Mardona,30 tahun itu tetap tak sembuh.

“Dari diagnosa pihak RSUD Sijunjung saat itu anak saya menderita penyakit gizi buruk, kanker, usus tajapik, TBC lambung dan penyakit lainnya. Saat itu pihak rumah sakit menawarkan untuk operasi tapi kami tak setuju dan langsung kami bawa pulang,” ucap Eki Yuhendra,32 tahun, yang berprofesi sebagai penjaga sekolah di SDN 1 Sumpurkudus itu pada awak media, Kamis (28/2/2019) malam via telepon selularnya yang saat itu berada di Padang menuju RSU M. Djamil Padang.

Tapi, kata Eki Yuhendra, sakit yang diderita anaknya itu berawal dari suntikan Imunisasi Rubela.

“Pada imunisasi suntik rubela pertama anak saya sudah selesai disuntik dan saat itu aman-aman saja. Di saat imuniasi suntik kedua malah anak saya dipaksa suntik, padahal kami sudah bilang sudah disuntik. Namun pihak sekolah dan Puskesmas ngotot saja memberikan suntikan. Dan sejak itu pula kondisi tubuh anak kami tidak lagi stabil dan sering sakit-sakitan hingga kondisi seperti ini,” keluh Eki Yuhendra, menggendong bocah malang itu.

“Lihatlah, yang ada hanya kulit pembalut tulang dan perut pun membuncit. Yang kami sesali tak adanya rasa tanggungjawab pihak sekolah dan pihak Puskesmas saat kami pertanyakan soal sakit yang diderita anak kami pasca di imunisaai suntuk rubela ketika itu,” jelas suami dari Yuli Mardona itu berkisah.

Tak puas hasil diagnosa RSUD Sijunjung, lalu Eki Yuhendra dan istrinya membawa bocah malang itu menuju Padang.

“Kami sudah urus BPJS dan nunggu dibawakan pihak Dinas Kesehatan. Kata mereka besok (Jumat, 1/3/2019-red) dibawakan ke RSU M, Djamil,” papar Eki Yuhendra penuh harap.

Disebutkan Eki Yuhendra, jika hasil pemeriksaan RSU M. Djamil nantinya ada dugaan akibat imuniasi suntik rubela berlebihan (duakali-red), pihaknya akan berupaya menempuh cara lain.

“Jika akibat imuniasi suntik rubela berlebihan kami pun tak akan sungkan-sungkan untuk menuntut pihak yang bertanggungjawab,” tegas Eki Yuhendra.

Kepala Dinas Kesehatan Sijunjung, Drg. Ezwandra, MSc, tak bersedia berkomentar soal itu.

“Tak bisa menjelaskan lewat telepon, besok (Jumat, 1/3/2019-red) sajalah,” ucap dibalik telepon selularnya pada awak media Kamis (28/2/2019) sore.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sijunjung, Ramler, S.H,M.M, sempat kaget mendengar informasi itu.

“Baru ini saya dapat informasi nanti akan segera kita cek,” ucap Ramler berjanji akan menelusuri informasi Yudhatul Hikmah, 8 tahun, murid kelas 2, SDN 1 Sumpurkudus, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat pada awak media Kamis (28/2/2019) malam via telepon selularnya.

(Hendri)

Loading...
DomaiNesia
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...