Padang – Sekitar 53.696 warga Sumbar telah ditargetkan sebagai penerima vaksin anticorona tahap pertama, yang rencananya akan diberikan pada November tahun ini.
Pemprov Sumbar menegaskan, vaksinasi merupakan bentuk upaya pemerintah untuk melindungi warga agar tak mudah terkena Covid-19.
Arry Yuswandi, Kepal Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbar mengatakan, pada tahap awal ini pemberian vaksinasi anticorona diprioritaskan bagi tenaga kesehatan (nakes), serta petugas dan aparatur yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik seperti TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan sejumlah petugas lainnya.
“Rencananya akan dilangsungkan secara serentak di Indonesia pada November ini. Bulan depan. Tapi, untuk tanggal persisnya kami masih menunggu informasi lanjutan dari pemerintah pusat,” kata Arry dikutip dari Haluan, Senin 27 Oktober 2020.
Arry juga menyebutkan, bahwa penyebaran vaksinasi tahap awal di Sumbar menyesuaikan dengan jumlah nakes dan aparatur pelayanan publik di kabupaten/kota.
Namun hingga kini, pihaknya belum dapat memastikan jumlah pembagian tiap daerah.
“Yang jelas, di tahap awal vaksinasi akan menyasar 53.696 orang lebih kurang,” tambahnya.
Ia pun memastikan pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat dilakukan secara gratis, karena telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 99 Tahun 2020 Tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.
Arry menambahkan, pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bertindak sebagai penyedia vaksin bagi masyarakat. Sedangkan pemerintah daerah selaku pelaksana di lapangan, dapat menganggarkan teknis pelaksanaan melalui APBD provinsi atau kabupaten/kota masing-masing.
“Tentu saja program vaksinasi ini gratis dan tidak dipungut biaya. Selain itu, kami tekankan bahwa tidak akan mungkin vaksin diberikan hingga statusnya dipastikan aman dan halal. Apalagi kita di Sumbar ini mayoritas Islam. Lagi pula, sudah ada komitmen antara Kemenkes dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di pusat soal halal ini,” ucap Arry.
Arry juga menegaskan, bahwa pemberian vaksin merupakan upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, dengan cara memberikan imunitas penguat agar tidak mudah tertular oleh virus corona.
“Vaksin itu ibarat payung di saat hujan. Vaksinasi Covid-19 ini tujuannya sama dengan program imunisasi yang lain. Soal isu yang beredar seputar vaksin, pihak Fakultas Kedokteran Unand sudah melakukan survei, dan menunjukkan 80 persen warga Sumbar mendukung vaksinasi,” ucapnya lagi.
Selain itu, Arry menjelaskan bahwa nantinya setiap orang akan diberi vaksin sebanyak dua kali dosis. Setelah vaksin pertama, seseorang akan kembali divaksin 14 hari kemudian.
“Pemberiannya memang seperti itu ditetapkan,” tutupnya.






