Pesisir Selatan – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menggenjot optimalisasi lahan pertanian sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan daerah.
Upaya ini diwujudkan melalui Pencanangan Tanam Padi Serentak di Kelompok Tani Tuah Sakato, Kenagarian Duku, Kecamatan Koto XI Tarusan, pada Jumat (5/6/2026).
Wakil Bupati Pesisir Selatan Risnaldi Ibrahim menegaskan tidak boleh ada lagi lahan produktif yang dibiarkan terlantar.
Ia telah menginstruksikan pengerahan 840 personel Brigade Pangan untuk mengolah lahan tidur dengan memanfaatkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) secara bergilir di setiap kecamatan.
“Jika masih terdapat lahan yang belum dimanfaatkan, Brigade Pangan dapat segera digerakkan dengan dukungan peralatan yang telah diberikan pemerintah,” tegas Risnaldi dalam arahannya.
Selain mendongkrak produktivitas, Risnaldi menyoroti peluang ekonomi bagi petani melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dengan kebutuhan mencapai 171 ribu porsi setiap hari di Pesisir Selatan, program ini menjadi ceruk pasar potensial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam dialog bersama petani, terungkap sejumlah kendala teknis yang menghambat produksi, mulai dari terhambatnya irigasi akibat pembangunan DI Tarusan, kelangkaan pupuk, hingga pembatasan kuota BBM bersubsidi untuk alsintan.
Petani juga menyuarakan keberatan terkait larangan penggunaan benih padi PB 42 serta gangguan ternak yang merusak tanaman.
Menanggapi keluhan tersebut, pemerintah daerah berkomitmen mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi bersama pelaksana proyek DI Tarusan agar pembangunan dapat diselesaikan tahun ini.
Pihaknya juga akan mengusulkan pencabutan larangan penggunaan benih padi PB 42 di Kecamatan Koto XI Tarusan dan Bayang karena terbukti unggul di wilayah tersebut.
Terkait distribusi pupuk dan pemasaran hasil panen untuk kebutuhan MBG, pemerintah daerah akan mengoptimalkan peran Koperasi Desa Merah Putih.
Sementara itu, gangguan ternak akan ditangani melalui penertiban oleh pemerintah nagari sesuai Peraturan Daerah tentang ketenteraman dan ketertiban umum.
Risnaldi berharap momentum tanam serentak ini mampu memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan.
Langkah tersebut menjadi komitmen nyata pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan sekaligus meningkatkan taraf hidup petani di Kabupaten Pesisir Selatan.






