Padang – Dua bersaudara asal Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Dona Putra (32) dan kakaknya, Doni, akhirnya menunaikan ibadah haji tahun ini.
Keduanya tergabung dalam Kloter 14 Embarkasi Padang untuk melanjutkan porsi haji milik kedua orang tua mereka yang telah wafat.
Dona menuturkan bahwa perjalanan ini merupakan amanah setelah kedua orang tuanya meninggal dunia dalam kurun waktu dua bulan pada tahun lalu.
Mereka memutuskan mengambil pelimpahan porsi haji yang telah didaftarkan orang tua sejak 2013 silam.
“Awalnya memang ada rasa sedih karena kami berangkat menggantikan orang tua yang sudah tidak ada. Namun, kami memantapkan niat agar ibadah ini menjadi kebaikan bagi almarhum dan almarhumah,” ujar Dona, Sabtu (20/6/2026).
Proses menuju Tanah Suci sempat terhambat masalah biaya pelunasan.
Dona mengaku sempat pesimistis dan berpikir hanya satu orang yang bisa berangkat karena keterbatasan dana.
Harapan muncul dari kebun jeruk dan sawah peninggalan orang tua mereka di Kecamatan Bukit Barisan.
Saat musim panen tiba, hasil panen melonjak hingga tiga kali lipat dari perkiraan awal, sehingga mencukupi biaya pelunasan haji bagi keduanya.
“Alhamdulillah, kami diberi rezeki oleh Allah. Dari hasil kebun itulah pelunasan bisa dilakukan,” tambah Dona.
Demi memenuhi panggilan ibadah tersebut, Dona rela melepas pekerjaannya sebagai karyawan perusahaan aplikasi di Dharmasraya.
Ia memilih mengundurkan diri karena durasi haji yang panjang tidak memungkinkan baginya untuk mengambil cuti kerja.
Kini, di Tanah Suci, Dona mengaku perasaannya bercampur aduk antara syukur dan kerinduan.
Ia teringat mendiang ibunya yang semasa hidup sering menanyakan jadwal keberangkatan haji mereka.
Bagi kedua bersaudara ini, ibadah haji menjadi wujud nyata dari ikhtiar mereka menuntaskan harapan serta doa orang tua.
Perjalanan ini mereka dedikasikan sebagai bakti terakhir bagi ayah dan ibu yang telah berpulang.






