Kota PadangPemerintah

Pemko Padang Ajak Warga Berpartisipasi dalam Survei Indeks Harmoni Indonesia 2026

80
×

Pemko Padang Ajak Warga Berpartisipasi dalam Survei Indeks Harmoni Indonesia 2026

Sebarkan artikel ini

Partisipasi aktif warga dinilai krusial sebagai landasan penyusunan kebijakan pembangunan yang inklusif dan berbasis data.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Padang, Syahendri Barkah. Foto : Istimewa
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Padang, Syahendri Barkah. Foto : Istimewa

Padang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk segera berpartisipasi dalam pengisian survei Indeks Harmoni Indonesia (IHaI) Tahun 2026.

Partisipasi aktif warga dinilai krusial sebagai landasan penyusunan kebijakan pembangunan yang inklusif dan berbasis data (Evidence-Based Data).

Kepala Badan Kesbangpol Kota Padang, Syahendri Barkah, menjelaskan bahwa survei ini merupakan program nasional dari Kementerian Dalam Negeri melalui Ditjen Polpum yang dilaksanakan serentak di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.

Pengukuran ini mencakup empat aspek utama, yakni ekonomi (30 persen), keberagaman (25 persen), sosial (23 persen), dan budaya (22 persen).

“Indeks Harmoni Indonesia menggambarkan bagaimana pelaksanaan pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah dari sisi sosial, ekonomi, budaya, serta keberagaman. Melalui survei ini, pemerintah ingin memastikan bahwa seluruh program pembangunan telah melibatkan semua unsur masyarakat tanpa membedakan suku, agama, etnis, maupun golongan,” ujar Syahendri di Padang, Selasa (7/7/2026).

Pemerintah pusat menetapkan target responden sebanyak 1.250 orang yang mencakup berbagai unsur, mulai dari ASN, TNI, Polri, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, pelaku UMKM, kelompok tani, buruh, hingga komunitas lainnya.

Hingga 6 Juli 2026, antusiasme warga Kota Padang sangat tinggi dengan jumlah responden mencapai 8.151 orang, jauh melampaui target yang ditetapkan.

Meski target kuantitatif telah terlampaui, Syahendri menekankan pentingnya keterwakilan seluruh elemen masyarakat agar data yang dihasilkan lebih akurat.

“Yang terpenting bukan hanya jumlah responden, tetapi keterwakilan seluruh unsur masyarakat. Semakin banyak elemen masyarakat yang berpartisipasi, semakin akurat pula gambaran tingkat harmoni di Kota Padang sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ke depan,” tambahnya.

Syahendri mengimbau masyarakat yang menjadi sasaran survei untuk segera meluangkan waktu mengisi kuesioner sebelum batas waktu berakhir pada 17 Juli 2026.

Pengisian survei dapat dilakukan secara daring melalui laman https://surveiihai.neterra.id/s/surveiihai.

Melalui partisipasi aktif ini, Pemko Padang berharap hasil pengukuran Indeks Harmoni Indonesia 2026 dapat mencerminkan kondisi keharmonisan kota secara utuh, sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan yang adil dan berkelanjutan bagi seluruh warga.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.