Medan – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pemerintah berkomitmen meningkatkan produktivitas, memperkuat pelindungan, dan mengasah kompetensi tenaga kerja di tengah disrupsi teknologi serta transformasi industri global.
Langkah ini disampaikan Yassierli dalam acara Peningkatan Produktivitas dan Pelindungan Pekerja di Medan, Sumatera Utara, Selasa (7/7/2026).
Ia menekankan bahwa kebijakan tersebut merupakan bentuk pemenuhan amanat konstitusi terkait hak warga negara untuk mendapatkan pekerjaan dan penghidupan layak.
“Ini amanah konstitusi. Setiap warga negara berhak memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak. Amanah itu yang terus kami perjuangkan,” ujar Yassierli.
Menurutnya, perubahan lanskap ekonomi dunia menuntut pemerintah untuk tidak sekadar menciptakan lapangan kerja.
Pemerintah juga harus memastikan tenaga kerja memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri serta memperoleh jaminan keamanan kerja yang memadai.
“Tantangan terus berubah. Karena itu, kebijakan yang kita bangun juga harus mampu mengikuti perubahan tersebut,” jelasnya.
Peningkatan kompetensi menjadi fokus utama agar tenaga kerja Indonesia tetap kompetitif di pasar kerja yang dinamis.
Selain itu, sistem pelindungan pekerja akan diperkuat secara menyeluruh, mulai dari sebelum memasuki dunia kerja hingga saat menghadapi risiko kehilangan pekerjaan.
Kementerian Ketenagakerjaan juga terus menyempurnakan instrumen regulasi dan kualitas layanan demi menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif.
Yassierli menegaskan bahwa upaya ini memerlukan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, serikat pekerja, hingga perguruan tinggi.
“Kita harus bergerak bersama. Tantangan ketenagakerjaan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja,” tegasnya.
Ia meyakini hubungan industrial yang harmonis menjadi fondasi utama untuk mendorong inovasi dan produktivitas nasional.
“Kalau pekerja, pengusaha, dan pemerintah memiliki tujuan yang sama, kita akan lebih siap menghadapi tantangan apa pun. Dari sinilah produktivitas tumbuh dan kesejahteraan pekerja dapat terus meningkat,” pungkas Yassierli.






