Tanah Datar – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menggandeng Universitas Andalas (Unand) untuk mengakselerasi penurunan angka stunting melalui pendekatan riset, akademik, dan pengabdian masyarakat.
Kesepakatan tersebut ditandatangani Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, bersama Lektor Universitas Andalas, Prof. Dr. Hamdani Eka Putra, di Aula Baperlitbang Tanah Datar, Rabu (8/7/2026).
Ahmad Fadly menegaskan, kolaborasi lintas sektor bersama perguruan tinggi menjadi kunci krusial dalam menekan angka tengkes di wilayahnya.
Ia optimistis pendampingan akademik dan riset berbasis data akan membuat upaya pencegahan stunting di Luhak Nan Tuo berjalan lebih efektif.
Program ini secara spesifik menyasar keluarga berisiko serta periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Pemerintah daerah akan mengerahkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unand untuk mengedukasi warga mengenai pentingnya imunisasi dan pemantauan tumbuh kembang anak.
Fadly menyoroti penurunan partisipasi masyarakat ke posyandu sejak masa pascapandemi COVID-19.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa akan menjadi agen penggerak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan bagi balita.
Prof. Dr. Hamdani Eka Putra menyatakan kesiapan Unand mendukung program ini melalui pendampingan intensif di sejumlah nagari sebagai proyek percontohan.
Ia menekankan fokus utama pada pencegahan sejak masa kehamilan hingga balita demi menjamin penurunan angka stunting yang berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menargetkan prevalensi stunting mampu ditekan hingga di bawah 10 persen pada tahun 2030.






