Jakarta – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mengambil langkah strategis untuk mendongkrak kualitas pelayanan kesehatan daerah.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, resmi menjalin komitmen kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Sinergi ini difokuskan pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang kompeten guna menjawab tantangan medis di ranah Minang.
Bagi Mahyeldi, pembangunan sektor kesehatan tidak bisa hanya bertumpu pada penyediaan infrastruktur fisik seperti rumah sakit atau alat medis semata.
Menurutnya, kualitas tenaga medis yang melayani masyarakat adalah kunci utama keberhasilan pembangunan kesehatan.
“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berkomitmen penuh dalam meningkatkan kompetensi, kualitas, serta pemerataan SDM kesehatan. Ini adalah bagian integral dari visi Sumbar Madani yang Maju dan Berkeadilan,” ujar Mahyeldi usai penandatanganan.
Ia menjelaskan, kolaborasi dengan FKUI memiliki nilai strategis karena menggabungkan keunggulan akademik, riset, dan pengembangan SDM yang dimiliki universitas terbaik di Indonesia tersebut dengan kebutuhan riil di lapangan.
Fokus utama kerja sama ini mencakup perluasan akses pendidikan bagi dokter asal Sumbar, termasuk pengembangan kompetensi dokter spesialis yang saat ini masih sangat dibutuhkan di berbagai daerah.
“Kami ingin membangun ekosistem yang saling menguatkan. Pendidikan akan meningkatkan kompetensi, riset akan melahirkan solusi inovatif, dan pelayanan kesehatan akan memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” tambahnya.
Langkah ini merupakan tindak lanjut sekaligus penguatan dari nota kesepahaman (MoU) antara Pemprov Sumbar dan Universitas Indonesia yang telah terjalin sejak 14 Maret 2022.
Jika sebelumnya kerja sama bersifat makro di tingkat universitas, kini Pemprov Sumbar ingin menerjemahkannya ke dalam aksi yang lebih konkret dan spesifik di sektor kesehatan.
Mahyeldi berharap, kemitraan ini tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi mampu menjembatani hubungan antara FKUI dengan rumah sakit serta institusi pendidikan kesehatan di Sumbar. Dengan demikian, transfer ilmu dan teknologi medis dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Dekan FKUI, Prof. Dr. dr. Anna Rozaliyani, MBiomed, SpP(K), atas dukungan dan komitmennya.
Ia optimistis bahwa kolaborasi ini akan menjadi katalisator bagi kemajuan sektor kesehatan di Sumatera Barat sekaligus berkontribusi positif bagi pembangunan kesehatan nasional secara keseluruhan.
Penandatanganan ini menegaskan arah kebijakan Pemprov Sumbar yang terus berupaya menggandeng institusi pendidikan tinggi untuk memastikan pengembangan SDM kesehatan berjalan selaras dengan kebutuhan pelayanan publik yang dinamis.






