Akhir Bulan Januari, IHSG Melemah ke Level 2,51%

  • Bagikan
Foto : internet

Jakarta – IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) terjun 2,51 persen atau ke level 5.998 setelah sebelumnya dibuka pada level 6.153, hari Rabu 27 Januari 2021.

Pelemahan ini disebabkan oleh peningkatan jumlah kasus positif COVID-19 di dalam negeri yang tembus 1 juta, demikian dijelaskan oleh analis Artha Sekuritas Indonesia, Dennies Christoper Jordan dilansir dari CNN Indonesia.

Dennies mengatakan bahwa para investor cenderung melakukan hold, menunggu keputusan suku bunga The Fed (Bank Sentral Amerika) yang akan diputuskan besok.

“Di luar itu saya rasa investor juga akan cenderung wait and see (menunggu) keputusan suku bunga The Fed besok,” kata Dennies.

Setelah terjadi pelemahan, IHSG terpantau rebound ke level 6.140 pada perdagangan hari Rabu jam 11 siang. Menurutnya ini terjadi karena indeks mengalami jenuh jual.

Pembelian asing diperkirakan tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan indeks walaupun asing melakukan pembelian sebesar Rp205.47 miliar pada Rabu jam 10 pagi.

Pendapat senada dikeluarkan oleh analis Mega Investama, Hans Kwee. Ia menuturkan bahwa pasar sudah mulai realistis setelah euphoria yang terjadi pada awal tahun. Diantaranya pelantikan Presiden AS Joe Biden dan program vaksinasi COVID-19.

Selanjutnya ia menjelaskan bahwa investor cenderung khawatir stimulus Biden mengalami penundaan antara 4-6 minggu. Namun ia menilai pelaku pasar masih memiliki kepercayaan yang cukup tinggi dan likuiditas masih longgar.

Hal ini membuatnya yakin indeks akan bertahan di level 6.000 an. Sentimen lain yang mempengaruhi pasar adalah kebijakan perpanjangan PSBB dan banyak pelaku usaha yang mulai tumbang.

“Sentimen lainnya, karena PSBB diperpanjang dan dikatakan banyak pengusaha yang mulai tidak bisa bertahan,” pungkasnya.

Rail Mifta Zelira

  • Bagikan