Batik Tarancak Kota Solok Dikunjungi Tim Kementerian Perindustrian

Solok Kota – Tim Kementerian Perindustrian mengunjungi beberapa IKM di Sumatera Barat baik yang berada di Padang, Solok, Batusangkar, Tanah Datar. Batik Tarancak Kota Solok, Dalam rangka Monitoring dan Diagnosis Kebutuhan IKM untuk program Dapati (Dana Kemitraan Peningkatan Teknologi Industri) yang merupakan program percepatan pemanfaatan Teknologi untuk membantu permasalahan yang dihadapi Industri Kecil Menengah (IKM) dalam rangka meningkatkan efisiensi, produktifitas, nilai tambah, daya saing, dan kemandirian Industri. Batik Tarancak Kota Solok merupakan salah satu IKM yang dikunjungi Tim Kementerian Perindustrian pada 7 September 2022 yang merupakan IKM usulan dari BSPJI (Balai Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri) Padang.

Batik Tarancak berlokasi di Jalan Sapta Marga Banda Balantai Kampung Jawa Kota Solok yang dikelola oleh Mimi dan sang suami Nanang Suhardis yang sudah dijalankan sejak tahun 2013. Sejak tahun 2018 sampai sekarang Batik Tarancak menerima siswi Prakerin yang berasal dari SMK Negeri 1 Ampek Angkek Kabupaten Agam dan SMK Negeri 1 Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar total siswi prakerin Batik Tarancak Kota Solok saat ini ada 8 orang.
Turut hadir Nilzam Kepala BSPJI Padang, Sofyan BSPJI Padang, Muchdopir BSKJI Kemenperin, Dwi Yulianto BSKJI Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif Staf Khusus Menteri Perindustrian dan Puadudin Tenaga Ahli Menteri, Budi Kurniawan Dinas Perdagangan dan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Koperindag) Kota Solok, dan beberapa teman – teman pembatik Kota Solok.
Pada kesempatan ini Batik Tarancak mengangkat masalah mengenai pengolahan limbah padat yang berupa lilin bekas dimana lilin ini pada awalnya terbuang dan lama kelamaan mulai menumpuk dan memakan tempat jika dibuang sifat lilin yang tidak larut di tanah dapat merusak lingkungan.
“ Lilin bekas diharapkan bisa didaur ulang sehingga tidak sekali pakai dan dimanfaatkan kembali karena harga lilin baru yang mahal. Setelah ada pengolahan limbah padat ini kami berharap bisa menjadi Industri Hijau dan kami berharap ada juga pengolahan limbah cair. Hal ini sangat dibutuhkan karena selama ini di Sumatra Barat belum ada pengolahan limbah padat bahkan limbah cair pun belum ada ujar “Mimi Batik”.
“InsyaAllah pada tahun 2023 akan kita realisasikan pengolahan limbah padat melalui program Dapati sehingga limbah padat bisa di daur ulang dan dimanfaatkan kembali dan kami sangat apresiasi sekali apa yang menjadi tujuan dari Batik Tarancak Solok ini dalam menjaga lingkungan ujar “Febri Hendri Antoni Arif Staf Khusus Menteri Perindustrian”.