Solok – Pemerintah pusat fokus meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat miskin melalui program Sekolah Rakyat.
Program ini diharapkan memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Targetnya, kemiskinan ekstrem di Indonesia akan hilang pada tahun 2026.
Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, menegaskan hal itu saat menerima kunjungan Bupati Solok, Jon Firman Pandu, di Kementerian Sosial RI, Senin (22/9/2025).
“Perintah Presiden, Sekolah Rakyat harus diprioritaskan untuk saudara-saudara kita yang miskin,” kata Agus.
Presiden menekankan pentingnya memuliakan kaum miskin dan memastikan semua anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk belajar.
Kabupaten Solok menjadi salah satu daerah yang dipercaya menjalankan program yang digagas Presiden Prabowo.
Sekolah Rakyat di Kabupaten Solok diharapkan membuka ruang pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Bupati Jon Pandu berharap Sekolah Rakyat permanen segera dibangun di Kabupaten Solok dan dipusatkan di Kawasan Arosuka.
“Harapan kita ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Solok maupun daerah tetangga,” ujar Bupati Solok.
Data menunjukkan, hampir 74,51% masyarakat miskin di Indonesia hanya berpendidikan SD ke bawah. Sebanyak 76% keluarga miskin mengaku anaknya terpaksa putus sekolah karena faktor ekonomi.






